Waspadai, Si Silent Killer!!!


Karena tidak menimbulkan atau memperlihatkan gejala, orang tidak akan menyadari dirinya mengidap hipertensi. Saat terkena serangan jantung atau ginjal dan ketika memeriksakan tekanan darahnya, baru disadari hipertensi tengah dideritanya. Karena itulah, hipertensi disebut sebagai salah satu penyakit yang diam-diam mematikan (silent killer).



Posted in umum. 0 Comment »


Pengusaha Muda & Bunga


Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, "nanti roti ini dimakan di kantor saja".



Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar harga bunga dengan pelayan toko tersebut.



Posted in umum. 0 Comment »

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran


Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…“Ayah, ayah” kata sang anak…



“Ada apa?” tanya sang ayah…..



“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…



aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …



aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …



Posted in umum. 0 Comment »

Ketulusan Hati


Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja.



Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.



Anak ini kemudian bertanya “Berapa ya,… harga satu ice cream sundae?” katanya.



“50 sen…” balas si pelayan.



Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya….



“Wah… Kalau ice cream yang biasa saja berapa?” katanya lagi.





Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak… dan pelayan ini mulai tidak sabar.



“35 sen” kata si pelayan sambil uring-uringan.



Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.



“Bu…saya pesen yang ice cream biasa saja ya…” ujarnya.



Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan.



Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.



Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu.



Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.



Anda bisa lihat… anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang “layak”





Berbuatlah dengan ikhlas dalam segala hal yang baik, karena setiap keikhlasan akan membuat akhir yang baik.



……

 


Posted in umum. 0 Comment »

Mengapa Harus Mereka?


Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita, dan silahkan membacanya:



 



Terkadang orang heran dan bertanya, “Kenapa harus mereka? Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan”.



 Aku menjawab, “Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini”.



 



Ada juga yang bertanya, “Mengapa harus mereka? Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…?”



Aku menjawab, “Tahukah kalian? bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun.”



Sering juga kudengar, “Mengapa harus mereka? Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?”



Aku menjawab, “Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian. 



Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya. Itulah yang membedakan mereka.



Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu. Cinta mereka murni, bening, suci, hanya karena-Nya.



Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda. Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia.



 



Sering juga banyak yang bertanya, “Mengapa harus mereka? Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?”



Aku menjawab:



“Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.



Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri. Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?



Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.



 



Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. “Mengapa harus mereka?”



Pada akhirnya, akupun menjawab…



Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..



Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…



Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.



Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…



Seberat itukah?



Ya…!!! Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…!!!



 



 



Disalin di Malang, 30 September 2011.



Artikel ini merupakan ilustrasi yang dibuat oleh Danang Kawantoro diambil oleh Denny Sukardiono diambil oleh Arnanda Aji Saputra dan diambi pula oleh dadan rusmawan pada tanggal 17 Oktober 2011 dan telah mendapat ijin untuk meng-‘copasnya’.


Posted in umum. 0 Comment »

Sulitnya Shalat Khusyuk


Pada suatu hari, Rasulullah sedang duduk-duduk di sebuah tempat. Itu adalah sesuatu yang sering dia lakukan bersama para sahabat. Selain demi mendekatkan diri dengan para sahabat-sahabatnya, beliau juga sering memberi banyak nasihat dalam majelis itu. Suasana yang santai menyebabkan ilmu sangat mudah mereka serap.



Ketika mereka sedang asyik membahas sesuatu, tiba-tiba datang seorang Badui yang bergabung dan duduk di antara mereka. Orang Badui adalah orang pedalaman Arab yang agak kasar dan kurang dalam tata krama. Tetapi, setelah cahaya Islam datang, lambat laun stempel buruk itu mulai hilang.



Wahai Rasulullah, Allah telah mewajibkan ke­pada kita shalat lima waktu sehari semalam. Selain itu, Dia juga memberi cobaan kepada kita berupa dunia dengan segala permasalahannya,” kata orang Badui itu. “Demi kebenaran risalahmu, ya Rasulullah, sungguh kami tidak pernah shalat melainkan kami juga membawa dunia ke dalam shalat kami. Apakah Allah akan menerima shalat kami?” tambah lelaki Badui tersebut.



Rasulullah hanya diam saat mendengar perkataan si Badui itu. Setelah selesai, beliau pun berpaling ke­pada para sahabat.



Ali, salah seorang sahabat Rasulullah, menjawab. “Sesungguhnya, shalat seperti itu tidaklah akan di­terima dan tidak akan dilihat di akhirat kelak.”



Mendengar penuturan Ali, maka Rasulullah pun berkata. “Wahai Ali, dapatkan engkau shalat dua ra­kaat dengan tanpa membawa urusan dunia ke dalam shalatmu? Kalau bisa shalatlah dan sebagai hadiah aku akan memberikan surbanku yang paling bagus.” Saat mendengar tantangan Rasulullah, maka Ali pun menyanggupinya. “Aku bisa melaksanakannya, ya Rasulullah.”



“Lakukan!” kata Rasulullah.



Ali pun berdiri untuk shalat di hadapan para saha­bat. Dia shalat dengan niat tulus ikhlas dengan tidak berharap apa pun. Rakaat pertama dapat dia lalui dengan sukses. Segala hal yang berbau keduniaan dapat dia kesampingkan. Namun, di rakaat kedua, ketika dia baru bangun dari ruku’ untuk ‘i’tidal, kon- sentrasinya goyah. Pikirannya kacau. Dalam hati, dia teringat hadiah yang akan diberikan Rasulullah, apa­bila dia bisa shalat dengan khusyuk. Dalam hati dia berkata, seandainya surban yang diberikan itu yang dari katun sungguh aku lebih senangl



Setelah Ali selesai shalat, Rasulullah langsung bertanya kepada Ali perihal shalatnya. ‘Apa yang terjadi dengan shalatmu, wahai Abu Hasan?”



Ali pun menceritakan hal yang sebenarnya. “Pada rakaat yang pertama, aku bisa shalat dengan khusyuk, ya Rasulullah. Tetapi, di rakaat yang ke­dua, terlintas di hatiku bahwa seandainya engkau memberiku surban yang dari katun sungguh itu lebih baik.” ujar Ali panjang lebar. “Demi Dzat yang mengutusmu, wahai Rasulullah, sungguh tidaklah ada orang yang bisa shalat tanpa menghilangkan kehidupan dunia dalam shalatnya,” tambahnya lagi.



“Laksanakanlah shalat fardhu kalian dan jangan­lah kalian shalat sambil berbicara, karena sesung­guhnya Allah tidak akan menerima shalat orang yang membawa dunia dalam ibadahnya. Mohon ampunlah kalian sesudah shalat. Sungguh, Allah itu mempunyai rahmat sebanyak seratus yang akan ditebarkan di hari kiamat kelak. Tidaklah kalian shalat melainkan kelak dia akan berada dalam naungan shalatnya.” kata Rasulullah.



Shalat adalah sesuatu ke­wajiban yang dibebankan kepada tiap-tiap muslim. Meski sangat sulit untuk khusyuk, sebab tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari kehidupan dunia, tapi kita tetap harus melaksanakannya. Sebab, shalat akan menjadi penolong kita di hari kiamat kelak.



 



Dikutip dari Buku Taubatnya Seorang Pelacur, Penerbit DIVA Press


Posted in umum. 0 Comment »

Tugas yang Mustahil

ABU Nawas belum kembali. Kata istrinya ia bersama seorang Pendeta dan seorang Ahli yoga sedang melakukan pengembaraan suci.Padahal saat ini Baginda amat membutuhkan bantuan Abu Nawas.



Beberapa hari terakhir ini Baginda merencanakan membangun istana di awang-awang. Baginda tidak mau kalah dari raja-raja negeri sahabat yang telah membangun bangunan-bangunan yang luar biasa.



Baginda tidak ingin menunggu Abu Nawas lebih lama lagi. Beliau mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Abu Nawas. Mereka tidak berhasil menemukan Abu Nawas, karena Abu Nawas ternyata sudah berada di rumah ketika mereka baru berangkat.



Abu Nawas menghadap Baginda Raja Harun al-Rasyid. Baginda amat riang. Saking gembiranya beliau mengajak mengajak Abu Nawas bergurau . Setelah saling tukar menukar cerita-cerita lucu lalu Baginda mulai mengutarakan rencananya.



"Aku sangat ingin membangun istana di awang-awang agar aku lebih terkenal di antara raja-raja yang lain. Adakah kemungkinan keinginanku itu terwujud, wahai Abu Nawas?"



"Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini Paduka yang mulia." kata Abu Nawas berusaha mengikuti arah pembicaraan Baginda.



"Kalau menurut pendapatmu hal itu tidak mustahil diwujudkan maka aku serahkan sepenuhnya tugas ini kepadamu." kata Baginda puas.



Abu Nawas terperanjat. la menyesal telah mengatakan kemungkinan mewujudkan istana di awang-awang. Tetapi nasi telah menjadi bubur. Kata-kata yang telah telanjur didengar oleh Baginda tidak mungkin ditarik kembali.



Baginda memberi waktu Abu Nawas berapa minggu. Rasanya tak ada yang lebih berat bagi Abu Nawas selain tugas yang diembannya sekarang. Jangankan membangun istana di langit, membangun sebuah gubuk kecil pun sudah merupakan hal yang mustahil dikerjakan. "Hanya Tuhan saja yang mampu melakukannya," begitu gumam Abu Nawas.



Hari-hari berlalu seperti biasa. Tak ada yang dikerjakan Abu Nawas kecuali memikirkan bagaimana membuat Baginda merasa yakin kalau yang dibangun itu benar-benar istana di langit.



Seluruh ingatannya dikerahkan dan dihubung-hubungkan. Abu Nawas bahkan berusaha menjangkau masa kanak-kanaknya. Sampai ia ingat bahwa dulu ia pernah bermain layang-layang.



Hal inilah yang membuat Abu Nawas girang. Abu Nawas tidak menyia-nyiakan waktu lagi. la bersama beberapa kawannya merancang layang-layang raksasa berbentuk persegi empat. Setelah rampung baru Abu Nawas melukis pintu-pintu serta jendela-jendela dan ornamen-ornamen lainnya.



Ketika semuanya selesai Abu Nawas dan kawan-kawannya menerbangkan layang-layang raksasa itu dari suatu tempat yang dirahasiakan. Begitu layang-layang raksasa berbentuk istana itu mengapung di angkasa, penduduk negeri gempar.



Baginda Raja girang bukan kepalang. Benarkah Abu Nawas berhasil membangun istana di langit?



Dengan tidak sabar beliau didampingi beberapa orang pengawal bergegas menemui Abu Nawas. Abu Nawas berkata dengan bangga. "Paduka yang mulia, istana pesanan Paduka telah rampung."



"Engkau benar-benar hebat wahai Abu Nawas." kata Baginda memuji Abu Nawas.



"Terima kasih Baginda yang mulia," kata Nawas "Lalu bagaimana caranya aku kesana?" tanya



Baginda. "Dengan tambang, Paduka yang mulia." kata Abu Nawas.



"Kalau begitu siapkan tambang itu sekarang. Aku ingin segera melihat istanaku dari dekat," kata Baginda tidak sabar.



"Maafkan hamba Paduka yang mulia. Hamba kemarin lupa memasang tambang itu sehingga seorang kawan hamba tertinggal di sana dan tidak bisa turun," kata Abu Nawas.



"Bagaimana dengan engkau sendiri Abu Nawas? Dengan apa engkau turun ke bumi?" tanya Baginda.



"Dengan menggunakan sayap, Paduka yang mulia," kata Abu Nawas dengan bangga.



"Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana," kata Baginda.



"Paduka yang mulia, sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi," kata Abu Nawas menjelaskan.



"Engkau berani mengatakan aku gila sepertimu?" tanya Baginda sambil melotot.



"Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu," jawab Abu Nawas tangkas.



"Apa maksudmu?" tanya Baginda lagi.



"Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan yang mustahil dilaksanakan, tetapi Baginda tetap menyuruh hamba mengerjakannya. Hamba pun tahu bahwa pekerjaan itu mustahil dikerjakan, tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk akal itu," kata Abu Nawas berusaha meyakinkan Baginda.



"Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?" tanya Baginda mulai jengkel.



"Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras Tuanku," jawab Abu Nawas tanpa ragu.



Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiring para pengawalnya. Abu Nawas berdiri sendirian sambil memandang ke atas melihat istana terapung di awang-awang.



Disadur dari 30 anekdot abu nawas, penulis Muhammad Nur Ali, S.Ag. Penerbit Al Qalam (Kelompok GEMA INSANI)

Posted in umum. 0 Comment »

Kebutuhan DHA pada Bayi

Berapa sih kebutuhan DHA bayi per hari, dan bagaimana menakarnya?



Belum lama beredar artikel mengenai bahaya kelebihan Docosahexanoic Acid (DHA). Meski sejauh ini baru terlihat dialami masyarakat Eskimo dengan gejala berupa perdarahan, mirip vlek berwarna kebiruan di kulit, tak urung banyak juga orangtua yang mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. Seperti diketahui, masyarakat Eskimo adalah pengonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak dan ikan laut secara alami potensial mengandung asam lemak tersebut.



Meski begitu, mungkinkah kita dan anak-anak kita yang sehari-hari mengonsumsi susu ber-DHA dan mungkin ditambah lagi dengan suplemen DHA mengalami kelebihan dosis? Marzuki Iskandar, STP, MTP, menjawab, “Tubuh punya mekanisme sendiri untuk memformulasikan kebutuhan DHA. Misalnya saja, berapa pun banyaknya susu yang dikonsumsi ibu hamil, makanan yang dihasilkannya untuk janin atau ASI untuk bayinya akan tertakar dengan pas, tak kurang ataupun lebih.”



"Tubuh punya mekanisme sendiri untuk memformulasikan kebutuhan DHA. Misalnya saja, berapa pun banyaknya susu yang dikonsumsi ibu hamil, makanan yang dihasilkannya untuk janin atau ASI untuk bayinya akan tertakar dengan pas, tak kurang ataupun lebih."





Namun begitu, Marzuki menganjurkan untuk tidak melakukan “pemborosan” DHA (dan tentu saja pengurangan pemenuhan kebutuhan DHA), sebab untuk itu memang ada angka yang sudah ditetapkan WHO, yaitu sekitar 20 mg/kg berat tubuh per hari. Sebagai ilustrasi, bayi dengan BB 10 kg, angka kebutuhan DHA-nya adalah 0,2 g/hari. Jadi sekiranya ibu-ibu menghitung bahwa bayinya sudah mendapat asupan DHA yang cukup dari ASI atau susu formula, dan sumber makanan lain, ya sebaiknya tidak perlu ditambah lagi.



DR. dr. Damayanti Rusli, Sp.A(K)., dari FKUI/RSCM, Jakarta., seperti yang pernah dimuat dalam rubrik Tanya Jawab Gizi tabloid nakita, menjelaskan, asam linolenat (Omega-3) dan asam linoleat (Omega-6) adalah asam lemak tak jenuh berantai panjang yang menggunakan enzim sama (elongase dan desaturase) untuk menghasilkan DHA (dari linolenat) dan AA (dari linoleat). Keduanya bersifat esensial atau tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, hingga harus ada asupan dari makanan. Tingginya kadar DHA dalam darah memang akan mengurangi pembentukan AA, yang pada beberapa kasus dilaporkan terjadi perdarahan atau hemolisis (pecahnya sel darah merah). Nah, di sinilah letak bahaya jika kadar DHA dalam darah terlalu tinggi. Oleh sebab itu, dalam mengonsumsi makanan perlu diperhatikan komposisi/perbandingan asam linoleat dengan asam linolenat, yaitu 5:1 sampai dengan 15:1. Sedangkan perbandingan DHA:AA antara 1:1 sampai 1:2.



Sumber asam linoleat antara lain minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kapas, minyak kacang, minyakwijen, dan lain- ain. Sedangkan, sumber asam linoleat dan linolenat antara lain kacang merah, kacang kedelai, minyak kedelai. Orangtua sebenarnya tidak perlu kelewat cemas. Kasus kelebihan DHA seperti yang dialami orang Eskimo merupakan contoh ekstrem. Mereka mengonsumsi ikan setiap hari dalam rentang waktu yang sangat panjang karena alamnya memang mengondisikan demikian.



Sebaliknya, di luar kondisi ekstrem tersebut orangtua tak perlu khawatir apakah bayi mendapatkan DHA dalam jumlah yang cukup. Mengapa? Tak lain karena kebutuhan tersebut akan terpenuhi dari komposisi gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari.



SEMUA ADA DALAM ASI

Tumbuh kembang otak sejak kehamilan 6 bulan hingga anak berumur 2 tahun sedang pesatpesatnya. Sampai umur 1 tahun, 60% energi dari makanan bayi digunakan untuk pertumbuhan otak. Karenanya bayi membutuhkan banyak protein, karbohidrat, dan lemak, juga vitamin B1, B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, termasuk di dalamnya DHA. “Semua kebutuhan tersebut sudah tersedia lengkap dalam ASI,” kata Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi., dari Divisi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUIRSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. “Jadi, selama orangtua bisa memberikan ASI yang cukup kepada bayinya, maka tak perlu khawatir akan kekurangan atau kelebihan zat penting ini.



Karena takaran yang terkandung dalam ASI sudah benar-benar pas sesuai kebutuhan bayi.” DHA adalah zat penting yang sangat dibutuhkan sebagai komponen utama pembentuk otak dan retina mata manusia. Selain berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi membran sel otak dan fungsi retina mata serta sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel-sel saraf otak. Lebih jauh DR. Moesijanti Yudiarti Endang Soekatri, MCN., dari PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) menjelaskan bahwa DHA adalah sumber energi dan pelarut vitamin selain sebagai pembentuk sel-sel otak. Meski sel-sel otak sudah terbentuk sejak dalam kandungan dan jumlahnya terus bertambah mencapai milyaran di usia 2 tahun, belum ada hubungan antar selsel tersebut. Hubungan antarsel inilah yang membentuk rangkaian fungsi. Sementara kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antarsel otak ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) dari lingkungan serta nutrisi. “Karenanya orangtua harus benar-benar memberikan yang terbaik untuk bayinya,” Soedjatmiko.



Seperti diketahui, sel otak tersusun atas 50% lemak dan 50% protein. Lemak yang terdapat dalam jaringan sel otak adalah LCPUFA atau asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda yang di dalamnya terkandung DHA sebanyak 40%. Sementara jenis bahan pangan yang secara alami kaya akan asam lemak esensial ini adalah ikanikan yang terdapat di perairan laut dalam seperti tuna, salmon, makarel, hering, dan sebagainya. Bayi-bayi yang mendapat ASI cukup tentu tidak kesulitan mendapatkan zat yang sarat manfaat ini. Namun, bagaimana dengan mereka yang tidak mendapat ASI? “Kalau memang sangat terpaksa tidak bisa memberikan ASI, maka susu formula yang tersedia sudah diformulasikan untuk mencukupi kebutuhan tersebut,” kata Moesijanti. Setelah 6 bulan, bayi sudah bisa dikenalkan pada makanan-makanan lain yang mengandung asam linoleat dan linolenat. Dengan demikian apa yang dibutuhkannya pun dapat terpenuhi.



Sumber: Nakita

Posted in umum. 0 Comment »

The Emeralds of The Equator hanya Tinggal Kenangan

Sejak Penulis masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar, red). Negara Indonesia telah dikenal dengan sebutan “the emeralds of the equator” alias zamrud khatulistiwa, karena terkenal akan keindahan alamnya.



Namun apa yang terjadi, alam Indonesia kini tak seindah dulu, kerusakan alam terjadi dimana-mana! Betul tidak, Sahabat? Napa bisa terjadi, salah siapa! Yang jelas salah manusia itu sendiri yang tak menjaga amanah dari Allah.



Julukan zamrud khatulistiwa bagi Indonesia tinggal kenangan semata. Padahal Allah SWT sendiri mencintai keindahan, Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Muslim “Sesungguhnya Allah itu Indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”



Contoh kongkritnya adalah di Tele di tepi Danau Toba sampai tahun 2000, sangatlah indah. Namun, sejak tahun 2002, estetika keindahan alamnya rusak akibat pembuatan pagar yang asal-asalan. Selain itu, bangunan menaranya juga yang buruk.



Di Bukittinggi, Fort de Kock yang indah pada tahun 1985. saat ini, bila sahabat pergi kesana dipenuhi oleh pagar sehingga mengurangi estetika keindahannya. Desa Lumbansuhi-suhi di Samosir yang indah, sulit dipotret dengan nyaman karena tiang listrik yang kacau pemasangannya, lalu kabel listrik simpang siur tidak karuan.



Juga, coba ke Istana Maimoon di Medan. Tanaman di tamannya buruk sekali (bandingkan dari abad lalu). Juga cobalah ke Kebun Raya Bogor. Tanggul tepi jalan dari semen sungguh merusak keasrian. Apakah masih pantas Indonesia “the emeralds of the equator.”



Penulis rasa jauh-jauh... bahkan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara saja hampir tiap tahun menjadi langganan banjir...



Padahal yang namanya manusia itu loch, makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna sebagaimana firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al Isra’: 70).



Manusia selalu saja membuat kerusakan di muka bumi, yang seharusnya memiliki sifat yang Indah. Mari kembalikan keindahan alam Indonesia yang telah hilang! Mari berkarya dengan melaksanakan metode 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal kecil, Mulai saat ini).



Itu adalah cara kita untuk menjaga kelestarian Alam Indonesia, jangan terlena oleh kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minya), defisitnya pasokan listrik. Sehingga PLN (Perusahaan Listrik Negara) melakukan pemadaman listrik bergilir, tindakan kekerasan dimana-mana.



Pilu juga penulis, Indonesia yang sangat kaya akan kekayaan Alam, namun bisa mengalami multi krisis mungkinkah karena manusia Indonesianya yang tak pernah bersyukur atas nikmat Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, dan tabah menjalani episode kehidupan ini dengan penuh rasa keimanan kepada Allah

Posted in umum. 0 Comment »

Mencari...

Mencari...



Ga ada manusia yang bisa hidup sendiri. Sehebat apapun dirinya. Setinggi apapun gelar pendidikannya. Tiap orang pasti butuh yang namanya sahabat. Mungkin kita sendiri ga sadar, kapanpun dan dimanapun kita berada, kita musti ingin berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Kita ga akan mau dicuekin gitu aja. Dikacangin, apalagi ditinggalin. Soalnya kentut sembarangan sih, bauk tauk..!!. Kaciyan tuh. Mau kita sih, pengen interaksi ama siapa aja, baik ama tukang koran, tukang sayur, atawa tukang ledeng, tapi yang pasti jangan mau ngomong ama tukang tipu. Hehe. Ini normal kok. Karena itu udah jadi fitrah manusia. Ga akan bisa kita hindari.


Posted in umum. 1 Comment »

Profile Bang Idin

Haji Chaerudin tak lelah berjuang untuk alam. Bersama Kelompok Tani Sangga Buana, pria yang akrab disapa Bang Idin ini terus berkampanye menghijaukan bantaran kali.



Ia wujudkan hutan wisata seluas 40 hektare di tepi Kali Pesanggrahan, Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di sana, pria yang dalam kesehariannya selalu berpakaian Betawi lengkap dengan peci dan golok ini membebaskan pengunjung memetik hasil hutan sembari memancing ikan di kali. “Gratis asal tidak merusaknya,” ujarnya.



Ada sekitar 4.000 ribu pengunjung baik lokal maupun mancanegara per tahun yang sengaja datang menikmati keasrian hutan “Bang Idin”. Dipandu para sukarelawan, mereka diajak menikmati ribuan pohon seperti buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat.



Bahkan pepohonan yang mulai langka di Jakarta semacam buni, jamblang, kirai, salam, tanjung, kecapi, kepel, rengas, mandalka, drowakan, gandaria, dan bisbul, dapat dijumpai di sana.



Semua keindahan itu berawal dari keprihatinan Bang Idin terhadap kondisi Kali Pesanggrahan di akhir tahun 1980-an. Pria kelahiran 13 April 1956 itu merasa kehilangan indahnya sungai semasa kecil.



Menaiki rakit dari pelepah pisang, Bang Idin nekat menyusuri kali selama lima hari enam malam. Ia rekam setiap detail kerusakan yang terjadi. Otaknya berputar mencari jawaban atas hilangnya kicauan burung, ikan-ikan di kali, dan aneka satwa di bantaran kali. Selama itu pula ia mencari tahu mengapa sungai begitu kotor dan bantaran sungai tandus.



Hasil petualangannya membuat Bang Idin semakin terobsesi mengembalikan “kesehatan” Kali Pesanggrahan. Maka dimulailah usahanya dengan membersihkan sampah dan bangunan yang menghampar di tepian sungai.



Hari-hari awal perjuangan Bang Idin cukup berat. Tak jarang ia bersitegang dengan para pembuang sampah sembarangan, terutama pemilik rumah gedongan yang berbatasan dengan bantaran kali.



Tapi Bang Idin punya cara sendiri untuk menggugah kesadaran mereka. Ia kumpulkan sampah-sampah ke dalam plastik lalu digantungnya di pagar rumah-rumah beton itu. “Biar mereka paham sampah itu bau,” ujarnya mengenang peristiwa belasan tahun lalu.



Taktiknya ternyata cukup jitu. Perlahan warga sekitar mulai peduli dengan lingkungan. Bahkan demi penghijauan, banyak pemilik rumah gedongan yang membongkar bangunannya di bantaran kali.



Disamping menghijaukan bantaran, Bang Idin dan kelompoknya juga berhasil menghidupkan kembali tujuh mata air yang sempat mati. Air sungai tak lagi kehitaman, sehingga cukup sehat bagi berkembangbiaknya ikan-ikan.



Langkahnya pun menuai berbagai penghargaan setingkat nasional dan mancanegara. Sebut saja Kalpataru, penghargaan penyelamatan air, piagam dari Abu Dhabi, Jerman, dan Belanda. “Gue nggak bangga. Buat apa penghargaan? Mendingan bantuan pemerintah untuk lingkungan,” ujar bapak dua anak ini.



Di balik sikap kerasnya, pria tamatan SMP ini ingin membuktikan, hanya orang yang benar-benar memahami alam yang dapat menyelamatkannya. ”Masyarakat yang di kali seperti gue nih seharusnya dirangkul. Duta lingkungan bukan yang cakep-cakep, tapi yang beneran peduli sama lingkungan,” ujarnya.





sumber : vivanews

Posted in umum. 0 Comment »

Pahlawan Situ Gintung

Tidak adanya respon yang cepat dari pemerintah dalam melakukan evakuasi pencarian korban pada hari pertama bencana Situ Gintung, membuat hati seorang yang sehari-hari membersihkan Kali Persanggrahan tergerak.



Bang Idin, 56 tahun, dikenal sebagai sosok yang peduli dengan kebersihan Kali Pesanggrahan. Sisa hidupnya dicurahkan untuk menjaga lingkungan di sepanjang Kali Pesanggrahan.



Hari pertama bencana, Bang Idin bersama relawan yang tergabung dalam TIM Sangga Buana langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. "Waktu hari pertama saya menyelamatkan 20 orang dan menemukan 12 mayat di sepanjang Kali Pesanggrahan," ujarnya.



Mulai dari pagi sampai sore saya selalu menyisir Kali Pesanggrahan sampai ke hulunya di Cipulir. "Banyak warga yang berada di atas atap rumah dan pohon yang saat itu memerlukan pertolongan," imbuhnya.



Tapi anehnya pada saat hari pertama itu, belum ada respon yang cepat dari Tim SAR.



Bagi bang Idin, tragedi ini amat memilukan. Tak pernah terlintas sedikitpun melihat sungai yang selalu dirawatnya menjadi tempat puluhan jiwa orang meregang nyawa.



Hal itu juga yang membuat dirinya menjadi berubah profesi menjadi pencari mayat. "Biasanya bersihin dan mengangkut sampah, tapi sekarang malah mayat," ujarnya sambil tersenyum.



Kegigihan dan keikhlasan Bang Idin ternyata cukup membantu Tim SAR dalam proses evakuasi korban.



"Ya sudah sepantasnya kita langsung bergerak turun ke lapangan, bukan mendirikan posko, lalu duduk-duduk saja, kaya posko parpol-parpol itu," kata Idin.



Sampai dengan hari kelima tragedi Situ Gintung, Bang Idin masih terus melakukan penyisiran di sepanjang Kali Pesanggrahan. "Kebetulan saya tahu betul medan kali ini, jadi bisa sedikit membantu Tim SAR," imbuhnya.



Menurutnya, bencana ini merupakan bentuk ketidakpedulian semua pihak baik pemerintah dan warga setempat. Karena 40 meter sepadan Situ Gintung tidak boleh dijadikan tempat pemukiman.



Tapi nyatanya daerah yang semestinya menjadi tata ruang air berubah fungsi menjadi tempat pemukiman. "Saya sudah pernah ingatkan dua bulan lalu ke pihak pemkot, tapi mereka tidak menggubrisnya," ujarnya.



Tapi apa daya, bencana sudah terjadi. Tidak perlu saling tuding menuding untuk mencari kesalahan. Alangkah baiknya kita mencari jalan keluarnya. "Saya dan warga besok akan langsung melakukan penanaman 1.000 pohon di sekitar tanggul Situ Gintung."

Posted in umum. 0 Comment »

Motivasi Bisa Juga Penentu Nasib

Di zaman dahulu ada seorang Jendral dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat tugas untuk memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar kalau-kalau akan menderita kekalahan.

Dalam perjalanan menuju medan perang, Jendral itu berhenti di sebuah altar vihara. Ia sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa. Sedangkan prajuritnya menanti di luar vihara dengan harap-harap cemas. Tak lama kemudian, sang Jendral keluar dari vihara.

Ia berteriak pada seluruh pasukannya, “Kita telah mendapat petunjuk dari langit.” Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata, “Sekarang, kita lihat apa kata nasib. Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul, maka kita akan
menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung pada nasib.”

Jendral lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar di udara. Lalu jatuh berguling-guling di tanah. Seluruh pasukan mengamati apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding ke sana-kemari, koin itu terhenti. Dan yang muncul adalah KEPALA. Kontan seluruh pasukan berteriak kesenangan. “Hore..! Kita akan menang. Nasib berpihak pada kita, Ayo serbu dan hancurkan musuh. Kemenangan telah pasti.”

Dengan penuh semangat Jendral dan pasukan itu bergerak menuju medan perang. Pertempuran berlangsung dengan sengit. Ternyata dengan keyakinan dan tekad yang membaja akhirnya musuh yang tak terhingga banyaknya dapat dikalahkan. Jendral dan seluruh pasukannya betul-betul senang. Seorang prajurit berkata, “Sudah kehendak langit, maka tak ada yang bisa mengubah nasib.”

Sesampai di ibu kota mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja punterkagum-kagum mendengar kisah peperangan yang dashyat itu. Beliau bertanya pada sang Jendral bagaimana ia mampu mengobarkan semangat pasukannya hingga begitu gagah berani. Sang Jendral kemudian menyerahkan koin emasnya pada Raja sambil berkata, “Paduka, inilah yang memberikan mereka nasib baik.”

Raja menerima dan mengamati koin emas itu yang ternyata kedua sisinya bergambar: KEPALA..!

Pojok Renungan:
Langit adalah adil, dan tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa menolong dirimu adalah dirimu sendiri. (adapted from The Book of ZEN - Freedom of The Mind” - Tsai Chih Chung)

Posted in umum. 0 Comment »

Aborsi Oh Aborsi

Hampir tiap hari stasiun televisi menayangkan berita tentang aborsi. Aborsi dilakukan oleh mereka yang belum siap menjadi ibu, karena masih muda. Trus mengapa mereka berani melakukan hubungan suami-isteri sebelum nikah. Padahal yang paling kena dampaknya adalah kaum perempuan. Naudzubillah.



Kehidupan manusia dimulai saat setelah pembuahan terjadi. Jika dengan Sadar dan dengan Segala cara kita Mengakhiri hidup manusia tak berdosa, berarti kita melakukan suatu perbuatan Tak Bermoral dan asosial. Tidak semestinya Kita membiarkan penghentian nyawa hidup siapapun.........atau Hidup kita sebagai Manusia menjadi Tidak Berharga Lagi.



Bila nasi telah menjadi bubur, sapa yang paling menderita? coba sapa sahabat? Bila tidak ingin maka jangan lakukan. Lebih Baik nikah aja, daripada free sex, betul ga?



kasih koment ya?

  

Posted in umum. 0 Comment »

Seorang Teman Baik







Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah

teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.




Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah

teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas,

membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.




Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang

mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.




Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita

mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit,

mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar,




Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah  teman yang selalu ada

terutama di saat-saat sulit  kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun,

meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.




Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang  teman yang baik adalah

teman yang selalu memberi  kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil

keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...




Thanks for being my friend...





A lot of little heart to my frenzzz!!!




Friends are like balloons; once you let them go, you can't get them back. So I'm gonna tie you to my heart so I never lose you. Send
this to all your friends including me and see how many you get back.

Posted in umum. 0 Comment »

Cinta Like Kupu2

Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.



Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.



Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.



Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…



Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.



Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.



Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.



Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.



Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.



Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.



Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…

Posted in umum. 1 Comment »