Waspadai, Si Silent Killer!!!

Karena tidak menimbulkan atau memperlihatkan gejala, orang tidak akan menyadari dirinya mengidap hipertensi. Saat terkena serangan jantung atau ginjal dan ketika memeriksakan tekanan darahnya, baru disadari hipertensi tengah dideritanya. Karena itulah, hipertensi disebut sebagai salah satu penyakit yang diam-diam mematikan (silent killer).

Posted in umum. 0 Comment »


Pengusaha Muda & Bunga

Ada seorang pengusaha muda yang pagi itu terburu-buru berangkat kantor karena ia bangun rada kesiangan. Sementara pagi itu ia ada meeting dengan rekan bisnis-nya. Karena terburu-buru, ia tidak sempat menikmati sarapan pagi buatan isterinya. Ia lalu memutuskan untuk mampir ke sebuah toko untuk membeli roti sebagai ganti sarapan pagi. Pikirnya, "nanti roti ini dimakan di kantor saja".

Ketika ia sedang memilih roti yang hendak dibelinya, matanya tertarik mengamati seorang anak kecil berusia kira-kira sepuluh tahun yang sedang memilih bunga di toko sebelah. Anak kecil ini terlihat sedang tawar menawar harga bunga dengan pelayan toko tersebut.

Posted in umum. 0 Comment »

Setiap Kemenangan Butuh Kesabaran

Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran…“Ayah, ayah” kata sang anak…

“Ada apa?” tanya sang ayah…..

“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…

aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capel, sangat capek …

aku cape karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …

Posted in umum. 0 Comment »

Ketulusan Hati

Di zaman eskrim khusus (ice cream sundae) masih murah, seorang anak laki-laki umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja.

Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.

Anak ini kemudian bertanya “Berapa ya,… harga satu ice cream sundae?” katanya.

“50 sen…” balas si pelayan.

Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari koin-koin di kantongnya….

“Wah… Kalau ice cream yang biasa saja berapa?” katanya lagi.


Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja lain sudah mulai banyak… dan pelayan ini mulai tidak sabar.

“35 sen” kata si pelayan sambil uring-uringan.

Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi dikantongnya.

“Bu…saya pesen yang ice cream biasa saja ya…” ujarnya.

Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas kuitansi di atas meja dan terus melengos berjalan.

Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.

Ketika si Pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil tadi, dia mulai menangis terharu.

Rapi tersusun disamping piring kecilnya yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.

Anda bisa lihat… anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang “layak”


Berbuatlah dengan ikhlas dalam segala hal yang baik, karena setiap keikhlasan akan membuat akhir yang baik.

……
 

Posted in umum. 0 Comment »

Mengapa Harus Mereka?

Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita, dan silahkan membacanya:

 

Terkadang orang heran dan bertanya, “Kenapa harus mereka? Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan”.

 Aku menjawab, “Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini”.

 

Ada juga yang bertanya, “Mengapa harus mereka? Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…?”

Aku menjawab, “Tahukah kalian? bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka. Untuk itu, aku menjamin mereka kepadamu, bahwa kau takkan rugi memiliki mereka, kau takkan rugi dengan segala kesederhanaan, dan kau takkan rugi dengan semua kepolosan yang mereka miliki. Hati yang bening dan jernih dari mereka telah membuat mereka menjadi seorang manusia sosial yang lebih utuh dari wanita di manapun.”

Sering juga kudengar, “Mengapa harus mereka? Yang tidak pernah mau punya cinta sebelum akad itu berlangsung, yang menghindar ketika sms-sms pengganggu dari para lelaki mulai berdatangan, yang selalu punya sejuta alasan untuk tidak berpacaran.. bagaimana mereka bisa romantis? bagaimana mereka punya pengalaman untuk menjaga cinta, apalagi jatuh cinta?”

Aku menjawab, “Tahukah kamu.. bahwa cinta itu fitrah, karena ia fitrah maka kebeningannya harus selalu kita jaga. Fitrahnya cinta akan begitu mudah mengantarkan seseorang untuk memiliki kekuatan untuk berkorban, keberanian untuk melangkah, bahkan ketulusan untuk memberikan semua perhatian. 

Namun, ada satu hal yang membedakan antara mereka dan wanita-wanita lainnya. Mereka memiliki cinta yang suci untuk-Nya. Mereka mencintaimu karena-Nya, berkorban untukmu karena-Nya, memberikan segenap kasihnya padamu juga karena-Nya. Itulah yang membedakan mereka.

Tak pernah sedetikpun mereka berpikir, bahwa mencintaimu karena fisikmu, mencintaimu karena kekayaanmu, mencintaimu karena keturunan keluargamu. Cinta mereka murni, bening, suci, hanya karena-Nya.

Kebeningan inilah yang membuat mereka berbeda. Mereka menjadi anggun, seperti permata-permata surga yang kemilaunya akan memberikan cahaya bagi dunia. Ketulusan dan kemurnian cinta mereka akan membuatmu menjadi lelaki paling bahagia.

 

Sering juga banyak yang bertanya, “Mengapa harus mereka? Yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca Al-Qur’an dibanding ke salon, yang lebih sering menghabiskan harinya dari kajian ke kajian dibanding jalan-jalan ke mall, yang sebagian besar waktu tertunaikan untuk hajat orang banyak, untuk dakwah, untuk perubahan bagi lingkungannya, dibanding kumpul-kumpul bersama teman sebaya mereka sambil berdiskusi yang tak penting. Bagaimana mereka merawat diri mereka? bagaimana mereka bisa menjadi wanita modern?”

Aku menjawab:

“Tahukah kamu, bahwa dengan seringnya mereka membaca al Qur’an maka memudahkan hati mereka untuk jauh dari dunia. Jiwa yang tak pernah terpaut dengan dunia akan menghabiskan harinya untuk memperdalam cintanya pada Allah. Mereka akan menjadi orang-orang yang lapang jiwanya, meski materi tak mencukupi mereka, mereka menjadi orang yang paling rela menerima pemberian suami, apapun bentuknya, karena dunia bukanlah tujuannya. Mereka akan dengan mudah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan orang banyak dibanding menghabiskannya untuk diri sendiri. Kesucian ini, hanya akan dimiliki oleh mereka yang terbiasa dengan al Qur’an, terbiasa dengan majelis-majelis ilmu, terbiasa dengan rumah-Nya.

Jangan khawatir soal bagaimana mereka merawat dan menjaga diri. Mereka tahu bagaimana memperlakukan suami dan bagaimana bergaul di dalam sebuah keluarga kecil mereka. Mereka sadar dan memahami bahwa kecantikan fisik penghangat kebahagiaan, kebersihan jiwa dan nurani mereka selalu bersama dengan keinginan yang kuat untuk merawat diri mereka. Lalu apakah yang kau khawatirkan jika mereka telah memiliki semua kecantikan itu?

Dan jangan takut mereka akan ketinggalan zaman. Tahukah kamu bahwa kesehariannya selalu bersama dengan ilmu pengetahuan.. Mereka tangguh menjadi seorang pembelajar, mereka tidak gampang menyerah jika harus terbentur dengan kondisi akademik. Mereka adalah orang-orang yang tahu dengan sikap profesional dan bagaimana menjadi orang-orang yang siap untuk sebuah perubahan. Perubahan bagi mereka adalah sebuah keniscayaan, untuk itu mereka telah siap dan akan selalu siap bertransformasi menjadi wanita-wanita hebat yang akan memberikan senyum bagi dunia.

 

Dan sering sekali, orang tak puas.. dan terus bertanya.. “Mengapa harus mereka?”

Pada akhirnya, akupun menjawab…

Keagungan, kebeningan, kesucian, dan semua keindahan tentang mereka, takkan mampu kau pahami sebelum kamu menjadi lelaki yang shalih seperti mereka..

Yang pandangannya terjaga.. yang lisannya bijaksana.. yang siap berkeringat untuk mencari nafkah, yang kuat berdiri menjadi seorang imam bagi sang permata mulia, yang tak kenal lelah untuk bersama-sama mengenal-Nya, yang siap membimbing mereka, mengarahkan mereka, hingga meluruskan khilaf mereka…

Kalian yang benar-benar hebat secara fisik, jiwa, dan iman-lah yang akan memiliki mereka. Mereka adalah bidadari-bidadari surga yang turun ke dunia, maka Allah takkan begitu mudah untuk memberikan kepadamu yang tak berarti di mata-Nya… Allah menjaga mereka untuk sosok-sosok hebat yang akan merubah dunia. Menyuruh mereka menunggu dan lebih bersabar agar bisa bersama dengan para syuhada sang penghuni surga… Menahan mereka untuk dipasangkan dengan mereka yang tidurnya adalah dakwah, yang waktunya adalah dakwah, yang kesehariannya tercurahkan untuk dakwah.. sebab mereka adalah wanita-wanita yang menisbahkan hidupnya untuk jalan perjuangan.

Allah mempersiapkan mereka untuk menemani sang pejuang yang sesungguhnya, yang bukan hanya indah lisannya.. namun juga menggetarkan lakunya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang malamnya tak pernah lalai untuk dekat dengan-Nya.. yang siangnya dihabiskan dengan berjuang untuk memperpanjang nafas Islam di bumi-Nya.. Allah mempersiapkan mereka untuk sang pejuang yang cintanya pada Allah melebihi kecintaan mereka kepada dunia.. yang akan rela berkorban, dan meninggalkan dunia selagi Allah tujuannya.. Yang cintanya takkan pernah habis meski semua isi bumi tak lagi berdamai kepadanya.. Allah telah mempersiapkan mereka untuk lelaki-lelaki shalih penghulu surga…

Seberat itukah?

Ya…!!! Takkan mudah.. sebab surga itu tidak bisa diraih dengan hanya bermalas-malasan tanpa ada perjuangan…!!!

 

 

Disalin di Malang, 30 September 2011.

Artikel ini merupakan ilustrasi yang dibuat oleh Danang Kawantoro diambil oleh Denny Sukardiono diambil oleh Arnanda Aji Saputra dan diambi pula oleh dadan rusmawan pada tanggal 17 Oktober 2011 dan telah mendapat ijin untuk meng-‘copasnya’.

Posted in umum. 0 Comment »

Berhajilah Sekali Saja seperti Rasulullah

Pak Kasiman (sebut saja begitu) tak pernah habis pikir atas nasib baik Haji Ihsan yang bisa berulangkali naik haji. Sebagai bawahan, Pak Kasiman mengetahui detail seluk beluk kelakuan atasannya itu baik di kantor maupun di rumah.

Keheranan Pak Kasiman adalah kenapa Tuhan begitu enteng membiarkan atasannya  berkunjung berkali-kali ke rumah suci yang paling diberkahi di muka bumi, padahal atasannya tersebut adalah orang dianggapnya berlumur kesalahan dan korupsi.

Timbul pertanyaan dalam benak Pak Kasiman, apakah atasannya itu tak pernah mengalami peristiwa ganjil sebagai teguran Tuhan selama di Tanah Suci atas perilaku negatifnya selama ini.

Jamak diketahui, baik atau buruk perilaku jamaah haji pasti akan mendapatkan balasan selama menunaikan ibadah haji. Balasan itu biasanya berupa peristiwa-peristiwa ganjil baik positif maupun negatif yang ditimpakan Tuhan kepada jamaah haji.

Posted in budaya. 0 Comment »

Sulitnya Shalat Khusyuk

Pada suatu hari, Rasulullah sedang duduk-duduk di sebuah tempat. Itu adalah sesuatu yang sering dia lakukan bersama para sahabat. Selain demi mendekatkan diri dengan para sahabat-sahabatnya, beliau juga sering memberi banyak nasihat dalam majelis itu. Suasana yang santai menyebabkan ilmu sangat mudah mereka serap.

Ketika mereka sedang asyik membahas sesuatu, tiba-tiba datang seorang Badui yang bergabung dan duduk di antara mereka. Orang Badui adalah orang pedalaman Arab yang agak kasar dan kurang dalam tata krama. Tetapi, setelah cahaya Islam datang, lambat laun stempel buruk itu mulai hilang.

Wahai Rasulullah, Allah telah mewajibkan ke­pada kita shalat lima waktu sehari semalam. Selain itu, Dia juga memberi cobaan kepada kita berupa dunia dengan segala permasalahannya,” kata orang Badui itu. “Demi kebenaran risalahmu, ya Rasulullah, sungguh kami tidak pernah shalat melainkan kami juga membawa dunia ke dalam shalat kami. Apakah Allah akan menerima shalat kami?” tambah lelaki Badui tersebut.

Rasulullah hanya diam saat mendengar perkataan si Badui itu. Setelah selesai, beliau pun berpaling ke­pada para sahabat.

Ali, salah seorang sahabat Rasulullah, menjawab. “Sesungguhnya, shalat seperti itu tidaklah akan di­terima dan tidak akan dilihat di akhirat kelak.”

Mendengar penuturan Ali, maka Rasulullah pun berkata. “Wahai Ali, dapatkan engkau shalat dua ra­kaat dengan tanpa membawa urusan dunia ke dalam shalatmu? Kalau bisa shalatlah dan sebagai hadiah aku akan memberikan surbanku yang paling bagus.” Saat mendengar tantangan Rasulullah, maka Ali pun menyanggupinya. “Aku bisa melaksanakannya, ya Rasulullah.”

“Lakukan!” kata Rasulullah.

Ali pun berdiri untuk shalat di hadapan para saha­bat. Dia shalat dengan niat tulus ikhlas dengan tidak berharap apa pun. Rakaat pertama dapat dia lalui dengan sukses. Segala hal yang berbau keduniaan dapat dia kesampingkan. Namun, di rakaat kedua, ketika dia baru bangun dari ruku’ untuk ‘i’tidal, kon- sentrasinya goyah. Pikirannya kacau. Dalam hati, dia teringat hadiah yang akan diberikan Rasulullah, apa­bila dia bisa shalat dengan khusyuk. Dalam hati dia berkata, seandainya surban yang diberikan itu yang dari katun sungguh aku lebih senangl

Setelah Ali selesai shalat, Rasulullah langsung bertanya kepada Ali perihal shalatnya. ‘Apa yang terjadi dengan shalatmu, wahai Abu Hasan?”

Ali pun menceritakan hal yang sebenarnya. “Pada rakaat yang pertama, aku bisa shalat dengan khusyuk, ya Rasulullah. Tetapi, di rakaat yang ke­dua, terlintas di hatiku bahwa seandainya engkau memberiku surban yang dari katun sungguh itu lebih baik.” ujar Ali panjang lebar. “Demi Dzat yang mengutusmu, wahai Rasulullah, sungguh tidaklah ada orang yang bisa shalat tanpa menghilangkan kehidupan dunia dalam shalatnya,” tambahnya lagi.

“Laksanakanlah shalat fardhu kalian dan jangan­lah kalian shalat sambil berbicara, karena sesung­guhnya Allah tidak akan menerima shalat orang yang membawa dunia dalam ibadahnya. Mohon ampunlah kalian sesudah shalat. Sungguh, Allah itu mempunyai rahmat sebanyak seratus yang akan ditebarkan di hari kiamat kelak. Tidaklah kalian shalat melainkan kelak dia akan berada dalam naungan shalatnya.” kata Rasulullah.

Shalat adalah sesuatu ke­wajiban yang dibebankan kepada tiap-tiap muslim. Meski sangat sulit untuk khusyuk, sebab tidak ada seorang pun yang bisa lepas dari kehidupan dunia, tapi kita tetap harus melaksanakannya. Sebab, shalat akan menjadi penolong kita di hari kiamat kelak.

 

Dikutip dari Buku Taubatnya Seorang Pelacur, Penerbit DIVA Press

Posted in umum. 0 Comment »

Tugas yang Mustahil

ABU Nawas belum kembali. Kata istrinya ia bersama seorang Pendeta dan seorang Ahli yoga sedang melakukan pengembaraan suci.Padahal saat ini Baginda amat membutuhkan bantuan Abu Nawas.

Beberapa hari terakhir ini Baginda merencanakan membangun istana di awang-awang. Baginda tidak mau kalah dari raja-raja negeri sahabat yang telah membangun bangunan-bangunan yang luar biasa.

Baginda tidak ingin menunggu Abu Nawas lebih lama lagi. Beliau mengutus beberapa orang kepercayaannya untuk mencari Abu Nawas. Mereka tidak berhasil menemukan Abu Nawas, karena Abu Nawas ternyata sudah berada di rumah ketika mereka baru berangkat.

Abu Nawas menghadap Baginda Raja Harun al-Rasyid. Baginda amat riang. Saking gembiranya beliau mengajak mengajak Abu Nawas bergurau . Setelah saling tukar menukar cerita-cerita lucu lalu Baginda mulai mengutarakan rencananya.

"Aku sangat ingin membangun istana di awang-awang agar aku lebih terkenal di antara raja-raja yang lain. Adakah kemungkinan keinginanku itu terwujud, wahai Abu Nawas?"

"Tidak ada yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini Paduka yang mulia." kata Abu Nawas berusaha mengikuti arah pembicaraan Baginda.

"Kalau menurut pendapatmu hal itu tidak mustahil diwujudkan maka aku serahkan sepenuhnya tugas ini kepadamu." kata Baginda puas.

Abu Nawas terperanjat. la menyesal telah mengatakan kemungkinan mewujudkan istana di awang-awang. Tetapi nasi telah menjadi bubur. Kata-kata yang telah telanjur didengar oleh Baginda tidak mungkin ditarik kembali.

Baginda memberi waktu Abu Nawas berapa minggu. Rasanya tak ada yang lebih berat bagi Abu Nawas selain tugas yang diembannya sekarang. Jangankan membangun istana di langit, membangun sebuah gubuk kecil pun sudah merupakan hal yang mustahil dikerjakan. "Hanya Tuhan saja yang mampu melakukannya," begitu gumam Abu Nawas.

Hari-hari berlalu seperti biasa. Tak ada yang dikerjakan Abu Nawas kecuali memikirkan bagaimana membuat Baginda merasa yakin kalau yang dibangun itu benar-benar istana di langit.

Seluruh ingatannya dikerahkan dan dihubung-hubungkan. Abu Nawas bahkan berusaha menjangkau masa kanak-kanaknya. Sampai ia ingat bahwa dulu ia pernah bermain layang-layang.

Hal inilah yang membuat Abu Nawas girang. Abu Nawas tidak menyia-nyiakan waktu lagi. la bersama beberapa kawannya merancang layang-layang raksasa berbentuk persegi empat. Setelah rampung baru Abu Nawas melukis pintu-pintu serta jendela-jendela dan ornamen-ornamen lainnya.

Ketika semuanya selesai Abu Nawas dan kawan-kawannya menerbangkan layang-layang raksasa itu dari suatu tempat yang dirahasiakan. Begitu layang-layang raksasa berbentuk istana itu mengapung di angkasa, penduduk negeri gempar.

Baginda Raja girang bukan kepalang. Benarkah Abu Nawas berhasil membangun istana di langit?

Dengan tidak sabar beliau didampingi beberapa orang pengawal bergegas menemui Abu Nawas. Abu Nawas berkata dengan bangga. "Paduka yang mulia, istana pesanan Paduka telah rampung."

"Engkau benar-benar hebat wahai Abu Nawas." kata Baginda memuji Abu Nawas.

"Terima kasih Baginda yang mulia," kata Nawas "Lalu bagaimana caranya aku kesana?" tanya

Baginda. "Dengan tambang, Paduka yang mulia." kata Abu Nawas.

"Kalau begitu siapkan tambang itu sekarang. Aku ingin segera melihat istanaku dari dekat," kata Baginda tidak sabar.

"Maafkan hamba Paduka yang mulia. Hamba kemarin lupa memasang tambang itu sehingga seorang kawan hamba tertinggal di sana dan tidak bisa turun," kata Abu Nawas.

"Bagaimana dengan engkau sendiri Abu Nawas? Dengan apa engkau turun ke bumi?" tanya Baginda.

"Dengan menggunakan sayap, Paduka yang mulia," kata Abu Nawas dengan bangga.

"Kalau begitu buatkan aku sayap supaya aku bisa terbang ke sana," kata Baginda.

"Paduka yang mulia, sayap itu hanya bisa diciptakan dalam mimpi," kata Abu Nawas menjelaskan.

"Engkau berani mengatakan aku gila sepertimu?" tanya Baginda sambil melotot.

"Ya, Baginda. Kurang lebih seperti itu," jawab Abu Nawas tangkas.

"Apa maksudmu?" tanya Baginda lagi.

"Baginda tahu bahwa membangun istana di awang-awang adalah pekerjaan yang mustahil dilaksanakan, tetapi Baginda tetap menyuruh hamba mengerjakannya. Hamba pun tahu bahwa pekerjaan itu mustahil dikerjakan, tetapi hamba tetap menyanggupi titah Baginda yang tidak masuk akal itu," kata Abu Nawas berusaha meyakinkan Baginda.

"Sebenarnya siapa diantara kita yang gila?" tanya Baginda mulai jengkel.

"Hamba kira kita berdua sama-sama tidak waras Tuanku," jawab Abu Nawas tanpa ragu.

Tanpa menoleh Baginda Raja kembali ke istana diiring para pengawalnya. Abu Nawas berdiri sendirian sambil memandang ke atas melihat istana terapung di awang-awang.

Disadur dari 30 anekdot abu nawas, penulis Muhammad Nur Ali, S.Ag. Penerbit Al Qalam (Kelompok GEMA INSANI)
Posted in umum. 0 Comment »

Rahasia Kecerdasan orang YAHUDI

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana . Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?”

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”

Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan..

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),” ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel , penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak (bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris. Sejak kecil mereka telah dilatih bermain piano dan biola. Ini adalah suatu kewajiban. Menurut mereka bermain musik dan memahami not dapat meningkatkan IQ.. Sudah tentu bakal menjadikan anak pintar. Ini menurut saintis Yahudi, hentakan musik dapat merangsang otak.Tak heran banyak pakar musik dari kaum Yahudi.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California , dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !” katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi.. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!

Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang lebih. Hampir setengah darinya adalah anak-anak.

Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka. Sebulan lalu, seusai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran.

Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi. “Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?” demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi.

Tidak heran jika-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran.. Kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an. Tak ada main Play Station atau game bagi mereka.
Namun kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia . Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi “Goblok!” kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
“Lihat saja Indonesia ,” katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Jakarta , di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asak rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

“Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Ditangga berapakah kedudukan mereka di GNP sedunia?
Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?”

Apa yg diminta kebanyakan orang Indonesia untuk sebutan TIPS?? “uang rokok”.

Seorang buruh pasar, tukang becak, kuli & saudara2 kita dengan penghasilan hari ini untuk makan hari ini ketika pertama kali menerima upah apa yg dibelinya ? “rokok”.

Bahkan kebanyakan mereka rela tidak sarapan asal bisa ngerokok…. .

Sumber: http://kamar. noersilo. web.id/2009/ 02/rahasia- kecerdasan- yahudi/

Kebutuhan DHA pada Bayi

Berapa sih kebutuhan DHA bayi per hari, dan bagaimana menakarnya?

Belum lama beredar artikel mengenai bahaya kelebihan Docosahexanoic Acid (DHA). Meski sejauh ini baru terlihat dialami masyarakat Eskimo dengan gejala berupa perdarahan, mirip vlek berwarna kebiruan di kulit, tak urung banyak juga orangtua yang mempertanyakan kebenaran kabar tersebut. Seperti diketahui, masyarakat Eskimo adalah pengonsumsi ikan laut dalam jumlah banyak dan ikan laut secara alami potensial mengandung asam lemak tersebut.

Meski begitu, mungkinkah kita dan anak-anak kita yang sehari-hari mengonsumsi susu ber-DHA dan mungkin ditambah lagi dengan suplemen DHA mengalami kelebihan dosis? Marzuki Iskandar, STP, MTP, menjawab, “Tubuh punya mekanisme sendiri untuk memformulasikan kebutuhan DHA. Misalnya saja, berapa pun banyaknya susu yang dikonsumsi ibu hamil, makanan yang dihasilkannya untuk janin atau ASI untuk bayinya akan tertakar dengan pas, tak kurang ataupun lebih.”

"Tubuh punya mekanisme sendiri untuk memformulasikan kebutuhan DHA. Misalnya saja, berapa pun banyaknya susu yang dikonsumsi ibu hamil, makanan yang dihasilkannya untuk janin atau ASI untuk bayinya akan tertakar dengan pas, tak kurang ataupun lebih."


Namun begitu, Marzuki menganjurkan untuk tidak melakukan “pemborosan” DHA (dan tentu saja pengurangan pemenuhan kebutuhan DHA), sebab untuk itu memang ada angka yang sudah ditetapkan WHO, yaitu sekitar 20 mg/kg berat tubuh per hari. Sebagai ilustrasi, bayi dengan BB 10 kg, angka kebutuhan DHA-nya adalah 0,2 g/hari. Jadi sekiranya ibu-ibu menghitung bahwa bayinya sudah mendapat asupan DHA yang cukup dari ASI atau susu formula, dan sumber makanan lain, ya sebaiknya tidak perlu ditambah lagi.

DR. dr. Damayanti Rusli, Sp.A(K)., dari FKUI/RSCM, Jakarta., seperti yang pernah dimuat dalam rubrik Tanya Jawab Gizi tabloid nakita, menjelaskan, asam linolenat (Omega-3) dan asam linoleat (Omega-6) adalah asam lemak tak jenuh berantai panjang yang menggunakan enzim sama (elongase dan desaturase) untuk menghasilkan DHA (dari linolenat) dan AA (dari linoleat). Keduanya bersifat esensial atau tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, hingga harus ada asupan dari makanan. Tingginya kadar DHA dalam darah memang akan mengurangi pembentukan AA, yang pada beberapa kasus dilaporkan terjadi perdarahan atau hemolisis (pecahnya sel darah merah). Nah, di sinilah letak bahaya jika kadar DHA dalam darah terlalu tinggi. Oleh sebab itu, dalam mengonsumsi makanan perlu diperhatikan komposisi/perbandingan asam linoleat dengan asam linolenat, yaitu 5:1 sampai dengan 15:1. Sedangkan perbandingan DHA:AA antara 1:1 sampai 1:2.

Sumber asam linoleat antara lain minyak jagung, minyak bunga matahari, minyak kapas, minyak kacang, minyakwijen, dan lain- ain. Sedangkan, sumber asam linoleat dan linolenat antara lain kacang merah, kacang kedelai, minyak kedelai. Orangtua sebenarnya tidak perlu kelewat cemas. Kasus kelebihan DHA seperti yang dialami orang Eskimo merupakan contoh ekstrem. Mereka mengonsumsi ikan setiap hari dalam rentang waktu yang sangat panjang karena alamnya memang mengondisikan demikian.

Sebaliknya, di luar kondisi ekstrem tersebut orangtua tak perlu khawatir apakah bayi mendapatkan DHA dalam jumlah yang cukup. Mengapa? Tak lain karena kebutuhan tersebut akan terpenuhi dari komposisi gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari-hari.

SEMUA ADA DALAM ASI
Tumbuh kembang otak sejak kehamilan 6 bulan hingga anak berumur 2 tahun sedang pesatpesatnya. Sampai umur 1 tahun, 60% energi dari makanan bayi digunakan untuk pertumbuhan otak. Karenanya bayi membutuhkan banyak protein, karbohidrat, dan lemak, juga vitamin B1, B6, asam folat, yodium, zat besi, seng, termasuk di dalamnya DHA. “Semua kebutuhan tersebut sudah tersedia lengkap dalam ASI,” kata Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi., dari Divisi Tumbuh Kembang Pediatri Sosial, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUIRSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. “Jadi, selama orangtua bisa memberikan ASI yang cukup kepada bayinya, maka tak perlu khawatir akan kekurangan atau kelebihan zat penting ini.

Karena takaran yang terkandung dalam ASI sudah benar-benar pas sesuai kebutuhan bayi.” DHA adalah zat penting yang sangat dibutuhkan sebagai komponen utama pembentuk otak dan retina mata manusia. Selain berperan penting dalam mengoptimalkan fungsi membran sel otak dan fungsi retina mata serta sangat dibutuhkan dalam proses metabolisme sel-sel saraf otak. Lebih jauh DR. Moesijanti Yudiarti Endang Soekatri, MCN., dari PERSAGI (Persatuan Ahli Gizi Indonesia) menjelaskan bahwa DHA adalah sumber energi dan pelarut vitamin selain sebagai pembentuk sel-sel otak. Meski sel-sel otak sudah terbentuk sejak dalam kandungan dan jumlahnya terus bertambah mencapai milyaran di usia 2 tahun, belum ada hubungan antar selsel tersebut. Hubungan antarsel inilah yang membentuk rangkaian fungsi. Sementara kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antarsel otak ditentukan oleh stimulasi (rangsangan) dari lingkungan serta nutrisi. “Karenanya orangtua harus benar-benar memberikan yang terbaik untuk bayinya,” Soedjatmiko.

Seperti diketahui, sel otak tersusun atas 50% lemak dan 50% protein. Lemak yang terdapat dalam jaringan sel otak adalah LCPUFA atau asam lemak rantai panjang tak jenuh ganda yang di dalamnya terkandung DHA sebanyak 40%. Sementara jenis bahan pangan yang secara alami kaya akan asam lemak esensial ini adalah ikanikan yang terdapat di perairan laut dalam seperti tuna, salmon, makarel, hering, dan sebagainya. Bayi-bayi yang mendapat ASI cukup tentu tidak kesulitan mendapatkan zat yang sarat manfaat ini. Namun, bagaimana dengan mereka yang tidak mendapat ASI? “Kalau memang sangat terpaksa tidak bisa memberikan ASI, maka susu formula yang tersedia sudah diformulasikan untuk mencukupi kebutuhan tersebut,” kata Moesijanti. Setelah 6 bulan, bayi sudah bisa dikenalkan pada makanan-makanan lain yang mengandung asam linoleat dan linolenat. Dengan demikian apa yang dibutuhkannya pun dapat terpenuhi.

Sumber: Nakita

Posted in umum. 0 Comment »

The Emeralds of The Equator hanya Tinggal Kenangan

Sejak Penulis masih duduk di bangku SD (Sekolah Dasar, red). Negara Indonesia telah dikenal dengan sebutan “the emeralds of the equator” alias zamrud khatulistiwa, karena terkenal akan keindahan alamnya.

Namun apa yang terjadi, alam Indonesia kini tak seindah dulu, kerusakan alam terjadi dimana-mana! Betul tidak, Sahabat? Napa bisa terjadi, salah siapa! Yang jelas salah manusia itu sendiri yang tak menjaga amanah dari Allah.

Julukan zamrud khatulistiwa bagi Indonesia tinggal kenangan semata. Padahal Allah SWT sendiri mencintai keindahan, Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Muslim “Sesungguhnya Allah itu Indah dan menyukai keindahan. Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.”

Contoh kongkritnya adalah di Tele di tepi Danau Toba sampai tahun 2000, sangatlah indah. Namun, sejak tahun 2002, estetika keindahan alamnya rusak akibat pembuatan pagar yang asal-asalan. Selain itu, bangunan menaranya juga yang buruk.

Di Bukittinggi, Fort de Kock yang indah pada tahun 1985. saat ini, bila sahabat pergi kesana dipenuhi oleh pagar sehingga mengurangi estetika keindahannya. Desa Lumbansuhi-suhi di Samosir yang indah, sulit dipotret dengan nyaman karena tiang listrik yang kacau pemasangannya, lalu kabel listrik simpang siur tidak karuan.

Juga, coba ke Istana Maimoon di Medan. Tanaman di tamannya buruk sekali (bandingkan dari abad lalu). Juga cobalah ke Kebun Raya Bogor. Tanggul tepi jalan dari semen sungguh merusak keasrian. Apakah masih pantas Indonesia “the emeralds of the equator.”

Penulis rasa jauh-jauh... bahkan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara saja hampir tiap tahun menjadi langganan banjir...

Padahal yang namanya manusia itu loch, makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna sebagaimana firman-Nya: “Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.” (QS. Al Isra’: 70).

Manusia selalu saja membuat kerusakan di muka bumi, yang seharusnya memiliki sifat yang Indah. Mari kembalikan keindahan alam Indonesia yang telah hilang! Mari berkarya dengan melaksanakan metode 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari hal kecil, Mulai saat ini).

Itu adalah cara kita untuk menjaga kelestarian Alam Indonesia, jangan terlena oleh kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minya), defisitnya pasokan listrik. Sehingga PLN (Perusahaan Listrik Negara) melakukan pemadaman listrik bergilir, tindakan kekerasan dimana-mana.

Pilu juga penulis, Indonesia yang sangat kaya akan kekayaan Alam, namun bisa mengalami multi krisis mungkinkah karena manusia Indonesianya yang tak pernah bersyukur atas nikmat Allah. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, dan tabah menjalani episode kehidupan ini dengan penuh rasa keimanan kepada Allah

Posted in umum. 0 Comment »

Mencari...

Mencari...

Ga ada manusia yang bisa hidup sendiri. Sehebat apapun dirinya. Setinggi apapun gelar pendidikannya. Tiap orang pasti butuh yang namanya sahabat. Mungkin kita sendiri ga sadar, kapanpun dan dimanapun kita berada, kita musti ingin berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Kita ga akan mau dicuekin gitu aja. Dikacangin, apalagi ditinggalin. Soalnya kentut sembarangan sih, bauk tauk..!!. Kaciyan tuh. Mau kita sih, pengen interaksi ama siapa aja, baik ama tukang koran, tukang sayur, atawa tukang ledeng, tapi yang pasti jangan mau ngomong ama tukang tipu. Hehe. Ini normal kok. Karena itu udah jadi fitrah manusia. Ga akan bisa kita hindari.

Posted in umum. 1 Comment »

Awasi Kecurangan DPT Pemilihan Presiden

PEMILU legislatif yang digelar pada 9 April 2009 diwarnai pelanggaran hak pilih warga negara secara masif. Tidak terbilang jumlah warga yang dipaksakan untuk menjadi golongan putih alias golput karena nama mereka tidak tercantum sebagai pemilih.

Sejumlah lembaga survei yang melakukan penghitungan cepat hasil pemilu legislatif memperkirakan sedikitnya 40% warga yang mempunyai hak pilih karena telah berusia di atas 17 tahun atau sudah menikah harus gigit jari. Mereka tidak bisa menggunakan hak pilih karena nama mereka tidak tercantum dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Keteledoran administrasi pendaftaran pemilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sadar atau tidak sadar, telah melanggar hak setiap warga untuk ikut menentukan arah perjalanan negara lima tahun ke depan.

Pelanggaran atas hak pilih itu sesungguhnya tergolong sebuah kejahatan berat. Sebagai bangsa yang beradab, pelanggaran atas hak warga itu harus diakhiri, apalagi kalau di dalamnya terselubung kehendak untuk menguntungkan pihak tertentu. Cara menghentikannya adalah mengembalikan hak pilih warga dalam pemilihan presiden (pilpres) yang digelar pada 8 Juli 2009.

DPT pemilu legislatif otomatis menjadi daftar pemilih sementara (DPS) pilpres. DPS itu berjumlah 171.265.442 orang, termasuk di dalamnya pemilih siluman seperti pemilih ganda, orang yang sudah meninggal, orang gila, anak di bawah umur, dan anggota TNI-Polri.

Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2009, rekapitulasi nasional DPT pilpres akan ditetapkan oleh KPU pada 13 Mei 2009. Sejak 1 April 2009, DPS telah diumumkan di kantor kelurahan. Masyarakat diberi waktu memberikan tanggapan dan untuk memperbaiki DPS hingga 20 April.

Peraturan KPU itu tentu saja melanggar Pasal 29 ayat (5) Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden yang menyatakan DPT harus sudah ditetapkan 30 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara. Itu berarti DPT baru boleh ditetapkan pada 8 Juni 2009.

Oleh karena itu, kita mesti mengingatkan KPU untuk tidak memelihara tabiat buruknya melanggar undang-undang.

Ada empat cara yang bisa dilakukan secara simultan untuk pemutakhiran data pemilih. Pertama, KPU harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk memeriksa kembali apakah nama mereka sudah tercantum sebagai pemilih. Karena itu, daftar pemilih sementara harus ditempel di berbagai tempat umum yang mudah dijangkau masyarakat.

Kedua, KPU harus melibatkan PPS, rukun tetangga, dan rukun warga, lurah dan kepala desa dalam pemutakhiran data pemilih. Kesalahan utama dalam pemutakhiran data pemilih pemilu legislatif adalah KPU bekerja di balik meja dan tidak mempunyai kemauan memperbaiki DPT meski diprotes secara luas.

Ketiga, partai politik pengusung calon presiden juga harus aktif memeriksa daftar pemilih. Jangan melancarkan protes setelah KPU menetapkan DPT sebab DPT hanya ditetapkan sekali.

Keempat, sesuai dengan ketentuan undang-undang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) beserta perangkatnya di daerah harus aktif mengawasi pemutakhiran data pemilih. Bawaslu tidak boleh lagi cuci tangan jika terjadi karut-marut penyusunan daftar pemilih. Ingat, anggota Bawaslu diangkat dan digaji negara antara lain untuk mengawasi pemutakhiran data pemilih. Jangan makan gaji buta.

Perbaikan DPT pilpres harus berbasiskan penghormatan terhadap setiap hak warga untuk memilih. Hanya negara yang menjunjung tinggi hak warganya yang boleh disebut sebagai bangsa beradab.

sumber: mediaindonesia.com

Profile Bang Idin

Haji Chaerudin tak lelah berjuang untuk alam. Bersama Kelompok Tani Sangga Buana, pria yang akrab disapa Bang Idin ini terus berkampanye menghijaukan bantaran kali.

Ia wujudkan hutan wisata seluas 40 hektare di tepi Kali Pesanggrahan, Karang Tengah, Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Di sana, pria yang dalam kesehariannya selalu berpakaian Betawi lengkap dengan peci dan golok ini membebaskan pengunjung memetik hasil hutan sembari memancing ikan di kali. “Gratis asal tidak merusaknya,” ujarnya.

Ada sekitar 4.000 ribu pengunjung baik lokal maupun mancanegara per tahun yang sengaja datang menikmati keasrian hutan “Bang Idin”. Dipandu para sukarelawan, mereka diajak menikmati ribuan pohon seperti buah-buahan, sayuran, dan tanaman obat.

Bahkan pepohonan yang mulai langka di Jakarta semacam buni, jamblang, kirai, salam, tanjung, kecapi, kepel, rengas, mandalka, drowakan, gandaria, dan bisbul, dapat dijumpai di sana.

Semua keindahan itu berawal dari keprihatinan Bang Idin terhadap kondisi Kali Pesanggrahan di akhir tahun 1980-an. Pria kelahiran 13 April 1956 itu merasa kehilangan indahnya sungai semasa kecil.

Menaiki rakit dari pelepah pisang, Bang Idin nekat menyusuri kali selama lima hari enam malam. Ia rekam setiap detail kerusakan yang terjadi. Otaknya berputar mencari jawaban atas hilangnya kicauan burung, ikan-ikan di kali, dan aneka satwa di bantaran kali. Selama itu pula ia mencari tahu mengapa sungai begitu kotor dan bantaran sungai tandus.

Hasil petualangannya membuat Bang Idin semakin terobsesi mengembalikan “kesehatan” Kali Pesanggrahan. Maka dimulailah usahanya dengan membersihkan sampah dan bangunan yang menghampar di tepian sungai.

Hari-hari awal perjuangan Bang Idin cukup berat. Tak jarang ia bersitegang dengan para pembuang sampah sembarangan, terutama pemilik rumah gedongan yang berbatasan dengan bantaran kali.

Tapi Bang Idin punya cara sendiri untuk menggugah kesadaran mereka. Ia kumpulkan sampah-sampah ke dalam plastik lalu digantungnya di pagar rumah-rumah beton itu. “Biar mereka paham sampah itu bau,” ujarnya mengenang peristiwa belasan tahun lalu.

Taktiknya ternyata cukup jitu. Perlahan warga sekitar mulai peduli dengan lingkungan. Bahkan demi penghijauan, banyak pemilik rumah gedongan yang membongkar bangunannya di bantaran kali.

Disamping menghijaukan bantaran, Bang Idin dan kelompoknya juga berhasil menghidupkan kembali tujuh mata air yang sempat mati. Air sungai tak lagi kehitaman, sehingga cukup sehat bagi berkembangbiaknya ikan-ikan.

Langkahnya pun menuai berbagai penghargaan setingkat nasional dan mancanegara. Sebut saja Kalpataru, penghargaan penyelamatan air, piagam dari Abu Dhabi, Jerman, dan Belanda. “Gue nggak bangga. Buat apa penghargaan? Mendingan bantuan pemerintah untuk lingkungan,” ujar bapak dua anak ini.

Di balik sikap kerasnya, pria tamatan SMP ini ingin membuktikan, hanya orang yang benar-benar memahami alam yang dapat menyelamatkannya. ”Masyarakat yang di kali seperti gue nih seharusnya dirangkul. Duta lingkungan bukan yang cakep-cakep, tapi yang beneran peduli sama lingkungan,” ujarnya.


sumber : vivanews

Posted in umum. 0 Comment »

Pahlawan Situ Gintung

Tidak adanya respon yang cepat dari pemerintah dalam melakukan evakuasi pencarian korban pada hari pertama bencana Situ Gintung, membuat hati seorang yang sehari-hari membersihkan Kali Persanggrahan tergerak.

Bang Idin, 56 tahun, dikenal sebagai sosok yang peduli dengan kebersihan Kali Pesanggrahan. Sisa hidupnya dicurahkan untuk menjaga lingkungan di sepanjang Kali Pesanggrahan.

Hari pertama bencana, Bang Idin bersama relawan yang tergabung dalam TIM Sangga Buana langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. "Waktu hari pertama saya menyelamatkan 20 orang dan menemukan 12 mayat di sepanjang Kali Pesanggrahan," ujarnya.

Mulai dari pagi sampai sore saya selalu menyisir Kali Pesanggrahan sampai ke hulunya di Cipulir. "Banyak warga yang berada di atas atap rumah dan pohon yang saat itu memerlukan pertolongan," imbuhnya.

Tapi anehnya pada saat hari pertama itu, belum ada respon yang cepat dari Tim SAR.

Bagi bang Idin, tragedi ini amat memilukan. Tak pernah terlintas sedikitpun melihat sungai yang selalu dirawatnya menjadi tempat puluhan jiwa orang meregang nyawa.

Hal itu juga yang membuat dirinya menjadi berubah profesi menjadi pencari mayat. "Biasanya bersihin dan mengangkut sampah, tapi sekarang malah mayat," ujarnya sambil tersenyum.

Kegigihan dan keikhlasan Bang Idin ternyata cukup membantu Tim SAR dalam proses evakuasi korban.

"Ya sudah sepantasnya kita langsung bergerak turun ke lapangan, bukan mendirikan posko, lalu duduk-duduk saja, kaya posko parpol-parpol itu," kata Idin.

Sampai dengan hari kelima tragedi Situ Gintung, Bang Idin masih terus melakukan penyisiran di sepanjang Kali Pesanggrahan. "Kebetulan saya tahu betul medan kali ini, jadi bisa sedikit membantu Tim SAR," imbuhnya.

Menurutnya, bencana ini merupakan bentuk ketidakpedulian semua pihak baik pemerintah dan warga setempat. Karena 40 meter sepadan Situ Gintung tidak boleh dijadikan tempat pemukiman.

Tapi nyatanya daerah yang semestinya menjadi tata ruang air berubah fungsi menjadi tempat pemukiman. "Saya sudah pernah ingatkan dua bulan lalu ke pihak pemkot, tapi mereka tidak menggubrisnya," ujarnya.

Tapi apa daya, bencana sudah terjadi. Tidak perlu saling tuding menuding untuk mencari kesalahan. Alangkah baiknya kita mencari jalan keluarnya. "Saya dan warga besok akan langsung melakukan penanaman 1.000 pohon di sekitar tanggul Situ Gintung."

Posted in umum. 0 Comment »

Bersama Kita Jelang Surga, Insya Alloh

Sejak kecil aku mengenalmu, karena kau tetangga dekatku. Namun tak pernah terbayang kau akan menjadi pendamping hidupku.

Sebenarnya engkau tak terlalu cantik, tapi lebih sulit untuk mengatakan engkau jelek. Biasa saja. Engkau juga tak pernah memoleskan make-up di wajahmu, apalagi mengenakan perhiasan sebagaimana kebanyakan teman-temanmu.Namun kesehajaan itulah yang justru mengusik hatiku, sehingga kuputuskan untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku. Engkau yang sederhana, pintar dan tak banyak bicara, sungguh terlihat dewasa.

Engkau bukan anak yang berpangkat, juga bukan keturunan ningrat. Tapi aku tak peduli, yang kuutamakan bukan itu. Tetapi raga yang selalu menutup aurat dan jiwa yang selalu mengutamakan akhirat. Tekadku sudah bulat, kan kupinang dirimu dalam waktu dekat.

Saat itu engkau baru lulus SMA. Tak kusangka engkau akan menerima dengan tangan tebuka. Bahkan, demi aku, engkau rela mengorbankan keinginanmu untuk mencicipi bangku kuliah. Semua gurumu pun menyayangkan hal itu, karena menurut mereka engkau termasuk murid yag cerdas. Tapi entah mengapa, engkau lebih memilih menjadi ibu rumah tangga saja. Sujud syukurku kepada Alloh, alhamdulillah.

Semua serasa begitu mudah, dan kita pun menikah. Saat itu usiaku baru 25 tahun, sedangkan usiamu baru 19 tahun. Memang masih terlalu muda untuk kalangan umum, tetapi ternyata engkau berani mengambil keputusan itu. Engkau berani mengakhiri lajangmu di usia yang sedini itu. Aku pun semakin kagum padamu.

Sejak menikah hingga kini, belum pernah engkau mengeluh tentang keadaan yang kita alami. Padahal engkau tahu sendiri, penghasilanku yang tak seberapa, kadangkala tak seimbang antara pemasukan dan kebutuhan. Sering kita harus menekan beberapa keinginan karena memang kita tidak sanggup menggapainya. Namun tak pernah kulihat kristal bening menetes dari pelupuk matamu karena itu.

Masih teringat ketika pertama kali kita arungi bahtera ini di sebuah kontrakan mungil. Sama sekali kita tak punya apa-apa, bahkan alas tidur pun tak ada. Tapi, engkau begitu cerdik. Seongkok pakaian kita yag masih tersimpan di dalam tas usang kau keluarkan. Engkau lipat, kemudian kau tumpuk dua hingga tiga pakaian, lalu kau bariskan sedemikian rupa hingga menyerupai kasur. Kemudian engkau bentangkan kerudung lebarmu laksana seprei permadani menyelimuti kasur indah lita. Engkau tersenyum dan mempersilahkan aku tidur. Kutatap wajahmu, kubalas senyummu dengan genangan air mata haru.

Bersamamu, bergulirnya waktu terasa begitu cepat. Hari-hari berlalu selalu terasa begitu indah. Kekurangan materi yang menemani kita setiap hari, seakan bukan merupakan beban manakala kita senantiasa ikhlas. Denganmu, begitu banyak pelajaran yang aku petik.

Ketika setahun usia pernikahan kita, tujuh bulan sudah usia kehamilanmu. Aku begitu panik ketika engkau mengalami pendarahan, tapi engkau begitu tenang, tak gugup sedikit pun. Padahal dari keningmu yang berkerut dan nafasmu yang tertahan, aku tahu kau tengah menahan rasa sakit yag luar biasa. Segera kubawa ke bidan, dan dia bilang ini tanda-tanda mau melahirkan.

Jam dua belas tengah malam, ketika semua insan terlelap dengan mimpi-mimpinya. Anak pertama kita lahir, prematur. Ah… betapa bahagianya aku, kucium kenigmu berulang kali. Kudengar kau berbisik, “Bi…, aku lapar”. Tersentak aku mendengarnya. Ya, seharian tadi engkau tidak memasak dan tak makan karena sudah merasakan sakit sejak kemarin. Sedangkan sore tadi aku hanya beli sebungkus nasi di warung dan sudah kulahap habis, sebab tadi ketika kutawari kau tak mau. Tak ada roti, tak ada jajanan, tak ada apa pun untuk mengganjal perutmu. Mau beli, seluruh toko dan warung sudah pada tutup. Akhirnya, kusodorkan segelas air putih yang disuguhkan bidan untukmu. Dan engkau pun tak menuntut lebih dari itu. Kembali menggenang air mata di pelupuk mataku menyaksikan kebahagian yang tersirat di wajahmu. Ya, bayi mungil kita yang nampak sehat dan berbahagia menjadikanmu lupa lapar dan dahaga.

Tahun berganti dan engkau tak pernah berubah. Hampir sepuluh tahun kita bersama dalam kehidupan yang selalu sederhana, tapi kita tak pernah mengeluh. Engkau juga tak pernah menuntut dunia dariku, tak pernah minta ini dan itu sebagaimana para istri kebanyakan. Beli pakaian saja, mungkin tiga atau empat tahun sekali. Perhiasan? Kau tak pernah mengenalnya. Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa berhutang saja bagimu sudah lebih dari cukup.

Sungguh, aku beruntung sekali memilikimu. Engkaulah sebenarnya perhiasan itu. Semoga engkau selalu tegar mendampingiku, hingga kita jelang surga bersama-sama. Insya’ Alloh. (Abu Al-Ayyubi).

*Buat istriku, aku tahu engkau punya impian. Maafkan aku yang hingga kini belum mampu mewujudkan impianmu.

Majalah Ar-Risalah, edisi 46 Th. VI Romadhon-Syawal 1427H/Oktober 2006, hal. 41-42.

[Sumber: Buku “Bila Pernikahan Tak Seindah Impian” oleh Muhammad Albani, penerbit Mumtaza, hal. 117-122]

Motivasi Bisa Juga Penentu Nasib

Di zaman dahulu ada seorang Jendral dari negeri Tiongkok kuno yang mendapat tugas untuk memimpin pasukan melawan musuh yang jumlahnya sepuluh kali lipat lebih banyak. Mendengar kondisi musuh yang tak seimbang, seluruh prajuritnya gentar kalau-kalau akan menderita kekalahan.

Dalam perjalanan menuju medan perang, Jendral itu berhenti di sebuah altar vihara. Ia sembahyang dan berdoa meminta petunjuk para dewa. Sedangkan prajuritnya menanti di luar vihara dengan harap-harap cemas. Tak lama kemudian, sang Jendral keluar dari vihara.

Ia berteriak pada seluruh pasukannya, “Kita telah mendapat petunjuk dari langit.” Lalu ia mengeluarkan koin emas simbol kerajaan dari sakunya. Sambil mengacungkan koin itu ke udara ia berkata, “Sekarang, kita lihat apa kata nasib. Mari kita adakan toss. Bila kepala yang muncul, maka kita akan
menang. Tapi bila ekor yang muncul, kita akan kalah. Hidup kita tergantung pada nasib.”

Jendral lalu melempar koin emas itu ke udara. Koin emas pun berputar-putar di udara. Lalu jatuh berguling-guling di tanah. Seluruh pasukan mengamati apa yang muncul. Setelah agak lama menggelinding ke sana-kemari, koin itu terhenti. Dan yang muncul adalah KEPALA. Kontan seluruh pasukan berteriak kesenangan. “Hore..! Kita akan menang. Nasib berpihak pada kita, Ayo serbu dan hancurkan musuh. Kemenangan telah pasti.”

Dengan penuh semangat Jendral dan pasukan itu bergerak menuju medan perang. Pertempuran berlangsung dengan sengit. Ternyata dengan keyakinan dan tekad yang membaja akhirnya musuh yang tak terhingga banyaknya dapat dikalahkan. Jendral dan seluruh pasukannya betul-betul senang. Seorang prajurit berkata, “Sudah kehendak langit, maka tak ada yang bisa mengubah nasib.”

Sesampai di ibu kota mereka disambut meriah oleh seluruh penduduk. Raja punterkagum-kagum mendengar kisah peperangan yang dashyat itu. Beliau bertanya pada sang Jendral bagaimana ia mampu mengobarkan semangat pasukannya hingga begitu gagah berani. Sang Jendral kemudian menyerahkan koin emasnya pada Raja sambil berkata, “Paduka, inilah yang memberikan mereka nasib baik.”

Raja menerima dan mengamati koin emas itu yang ternyata kedua sisinya bergambar: KEPALA..!

Pojok Renungan:
Langit adalah adil, dan tidak ada orang yang dikecualikan. Yang bisa menolong dirimu adalah dirimu sendiri. (adapted from The Book of ZEN - Freedom of The Mind” - Tsai Chih Chung)

Posted in umum. 0 Comment »

Tangan

Tangan adalah bagian tubuh di ujung suatu lengan. Sebagian besar manusia memiliki dua tangan, biasanya dengan empat jari dan satu ibu jari. Bagian dalam tangan adalah telapak tangan. Jika jari-jari ditekuk erat, tangan akan membentuk suatu kepalan.

Boss ingin bertanya, tangan sahabat dah dipergunakan sebagaimana mestinya? Atau malahan dipergunakan untuk menyakiti orang lain, contohnya: memukul, menampar, etc.?

Tangan akan lebih membawa manfaat dan berkah, apabila dipergunakan sesuai dengan sunnahnya, yaitu: bersalaman dengan mengucapkan salam bila bertemu dengan saudara seiman. Mengusap kepala anak yatim dengan diiringi doa untuk mereka! Tangan dipergunakan untuk makan sebagai alat bantu memasukkan makanan ke dalam tubuh kita, eit jangan lupa baca basmallah. Cukup sekian cacatan kecil boss, hanya untuk mengingatkan diri sendiri aja ach!!!

Aborsi Oh Aborsi

Hampir tiap hari stasiun televisi menayangkan berita tentang aborsi. Aborsi dilakukan oleh mereka yang belum siap menjadi ibu, karena masih muda. Trus mengapa mereka berani melakukan hubungan suami-isteri sebelum nikah. Padahal yang paling kena dampaknya adalah kaum perempuan. Naudzubillah.

Kehidupan manusia dimulai saat setelah pembuahan terjadi. Jika dengan Sadar dan dengan Segala cara kita Mengakhiri hidup manusia tak berdosa, berarti kita melakukan suatu perbuatan Tak Bermoral dan asosial. Tidak semestinya Kita membiarkan penghentian nyawa hidup siapapun.........atau Hidup kita sebagai Manusia menjadi Tidak Berharga Lagi.

Bila nasi telah menjadi bubur, sapa yang paling menderita? coba sapa sahabat? Bila tidak ingin maka jangan lakukan. Lebih Baik nikah aja, daripada free sex, betul ga?

kasih koment ya?
  

Posted in umum. 0 Comment »

Jendral Naga Bonar Jadi Presiden?

Tadi pagi sebelum berangkat ke kantor, bossyana seperti biasa menonton siaran berita di Trans7. dari berita perkelahian antar siswa di sebuah SMU di sumatera, Pertandingan tinju siwi yang berebutan pacar di Papua. Sampai proses penggusuran bangunan liar karena tidak memiliki  IMB (Izin Mendirikan Bangunan. oleh pemerintah.

 

Bossyana sedikit kaget ketika sang aktor kawakan seperti Deddy Mizwar ikut mencalonkan diri menjadi Presiden Republik Indonesia dalam bursa Capres pada pemilu tahun 2009. Pemeran Naga Bonar ini, di usung oleh beberapa partai kecil.

 

Seperti dilansir Republika, Selasa (24/2), dalam perbincangan melalui saluran telepon kepada Republika: “Pamor sebagai Jenderal di film Naga Bonar diam-diam bakal dijadikan modal buat aktor senior Deddy Mizwar. Status jenderal itu bukan digunakan untuk mencuri atau mengecoh musuh seperti di dalam film. Tetapi lelaki yang akrab disapa Bang Haji ini akan menyematkan status Jenderal tersebut untuk bekal maju menjadi salah satu calon presiden RI mendatang. Benarkah? ��Iya...judulnya duet dua jenderal. Yang satu jenderal beneran, yang satu lagi jenderal Naga Bonar,�� cetus Deddy Mizwar.

Sebagaimana yang dikutip, okezone, Selasa (24/2/2009). Keinginan aktor kelahiran 5 Maret 1955 itu menjadi presiden dilatarbelakangi hasratnya untuk mencairkan kebuntuan politik yang ada saat ini. "Dengan majunya saya sebagai capres, nanti akan ada warna tersendiri dalam perpolitikan Indonesia," tutur Deddy.

Agak mengherankan memang, seorang aktor yang masih nol pengalaman politik, dengan penuh percaya diri ingin jadi presiden. Tak heran jika niat Ketua Badan Pertimbangan Perfilman Nasional ini untuk menjadi presiden diragukan banyak kalangan.

Bang Haji memang mumpuni di bidangnya (keartisan,red). Dengan hasil karya-karyanya, Semenjak tahun 1997, ia mendirikan production house-nya sendiri, PT Demi Gisela Citra Sinema, dengan produksi pertama serial tv "Mat Angin", disusul kemudian dengan serial ramadhan "Lorong Waktu" (6 season), "Demi Masa", "Kiamat Sudah Dekat" (film dan serial tv), film "Ketika", film "Nagabonar Jadi 2", dan terakhir serial tv "Para Pencari Tuhan". Di semua judul itu, Deddy Mizwar bertindak selaku produser sekaligus aktor dan sutradaranya. Sinetron dan film produksi Citra Sinema dikenal konsisten mengandung muatan religi dan komedi, meski beberapa judul bergenre drama, misalnya serial tv "Adillah" (RCTI), "Rinduku CintaMu" (SCTV), dan "Gerbang Penantian" (Lativi). Kita patut acungi jempol terhadap karyanya itu.

Namun  boss berharap walaupun banyak kalangan meragukan kemampuan Sang Naga Bonar ini. Beliau dapat menjawabnya, Amin. Sebagaimana falsafah hidup bang dedi mizwar mengenai hari kebangkitan:

Bangkit,,
Bangkit itu susah...
susah melihat orang lain susah...
senang melihat orang lain senang

Bangkit,,,
Bangkit itu takut...
takut korupsi...
takut makan yang bukan haknya

Bangkit,,,
Bangkit itu mencuri...
mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit,,,
Bangkit itu marah!!!!
marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit,,
Bangkit itu malu...
malu jadi benalu...
malu karna minta melulu

Bangkit,,,
Bangkit itu tidak ada..
tidak ada kata menyerah..
tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku...untuk Indonesiaku.

(Deddy Mizwar - Mei 2008 - 100 tahun Hari Kebangkitan Nasional).

Mudah-mudahan bukan sekedar Falsafah, yang hanya bisa diucapkan semata, tapi juga bisa dibuktikan, Good Luck Jenderal Naga Bonar.

 

Ibu…..

Apa yang kita bayangkan pada saat akan menjadi seorang ibu? Mempunyai anak yang baik, yang pinter dan segala macam hal baik lainnya. Tapi, apa persiapan kita untuk menjadi seorang ibu yang baik? Menjadi seorang ibu, bukan sekedar kita menikah dan mempunyai anak, namun diperlukan kesiapan mental, juga fisik. Karena sekali menjadi seorang ibu, maka seorang ibu akan selamanya menjadi seorang ibu.

Seperti yang disampaikan Mario Teguh dalam acara, dengan judul “A mother’s prayer” di Metro TV tanggal 21 Desember 2008, Mario Teguh menyatakan “Ibu tak pernah cuti, tak ada lembur. Keberhasilan ibu adalah keberhasilan anak-anaknya, serta kesedihan anak-anaknya adalah kesedihan ibunya.” Selanjutnya Mario Teguh juga mengatakan, bahwa “ibu menjadi tempat bersandar banyak orang. Ibu menginginkan anaknya berdiri tegak, berjalan dan mempunyai kehidupan yang lebih baik. Oleh karena itu, sebaiknya kita sesedikit mungkin bercerita pada beliau, karena begitu masalah yang kita hadapi telah selesai, ibu masih kepikiran”.

Apa yang dikatakan Mario Teguh tadi benar adanya, apalagi setelah saya merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi seorang ibu sejak 26 tahun yang lalu. Peran seorang ibu sangat penting dalam meletakkan dasar-dasar pondasi pendidikan anak-anaknya, pada sikap dan perilaku, serta menjaga agar rumah tangga aman tenteram sedahsyat apapun badai cobaan menggulungnya. Ada pancaran kasih, doa serta pengorbanan seorang ibu, apapun yang menjadi profesi ibu tadi. Kondisi yang semakin berubah, semakin banyaknya wanita karir, diikuti semakin dahsyatnya pengaruh globalisasi yang juga sangat berpengaruh pada perilaku anak-anak kita, semakin menunjukkan betapa peran ibu harus semakin kuat. Sebagaimana sms yang saya terima pagi ini, dari sahabat saya, yang juga seorang ibu, agar kita dapat menjadi ibu yang mampu menciptakan suasana kesejukan, sehingga ada surga di bawah telapak kaki ibu.

Pada saat si anak masih dalam kandungan, ibu harus telah mempersiapkan diri, mendisiplinkan diri, agar anak telah menjadi disiplin sejak masih di dalam kandungan. Seorang anak tidak ingin dilahirkan, namun orangtua lah yang menginginkan kelahiran anak-anaknya, sebagai penyambung keturunan nya. Ibu yang telah mempersiapkan diri, akan lebih tenang dalam menghadapi kesulitan, baik dalam masa kehamilan, proses kelahiran, maupun merawat bayinya dengan penuh kasih sayang setelah anak lahir dengan selamat.

Perkembangan kepribadian dan perilaku anak, sangat ditentukan oleh bagaimana orangtua mendidiknya, disini peran ibu sangat penting. Ibu lah yang mengandung selama 9 bulan, kemudian menyusui, serta menimang anaknya….. selain itu juga mengajarkan anak-anaknya sejak anak bisa mengerti. Mengajarkan etika, agama, dan pelajaran lain yang akan mengembangkan pola pikir dan perilaku anak ke arah yang baik.

Semakin anak besar, tentu saja ibu tak selalu bisa mendampingi anak-anaknya, tapi ibu yakin jalinan yang ada antara ibu dan anaknya. Ibu akan terus berdoa, dan menyerahkan anak pada Allah swt, dan semoga dijauhkan dari segala marabahaya. Dan ibu percaya, doa-doa ibu yang dipanjatkan akan menyertai perjalanan anaknya kemanapun dia berada, dan selalu menjadi penerang atas kehidupannya.

Ibu akan tahu dan merasa, apakah anaknya sedang resah, dan sedang mempunyai masalah yang belum dapat diselesaikan. Ibu akan menunggu, apakah anak akan datang untuk memohon doa ibu, atau anak akan berusaha menyelesaikan sendiri. Ibu tetap akan mendoakannya.

“Ibu, tolong doakan, aku mau test,” sms si bungsu.

“Ibu, makasih doanya, tadi semua berjalan lancar,” kembali sms si bungsu. Ibu tersenyum, dan sangat senang anaknya bisa menyelesaikan pekerjaan dan tugasnya dengan baik.

Semakin anak menjadi dewasa, ibu juga akan mendudukkan dirinya, untuk membuat anak mandiri, dan tidak mencampuri persoalannya tanpa diminta. Kadang anak bisa berbuat salah, tapi seorang ibu, harus bisa mengarahkan anaknya, untuk menerima akibat atas segala kesalahan yang dilakukan, dan berusaha untuk tidak mengulangi lagi kesalahan yang sama.

Betapa beratnya peran ibu, oleh karena itu menjadi seorang ibu bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kedewasaan, kematangan, agar ibu dapat menjalankan perannya, dan membuat keluarga bahagia atas peran ibu yang bisa menaungi seluruh anggota keluarga, dengan kelembutan, ketegasan dan kebijaksanaan nya.

Semoga kita semua menjadi ibu yang baik, bijaksana, dan membuat keluarga bahagia.

Posted in budaya. 2 Comment »

Catatan Perjalanan Tim BAZNAS 27-31 Jan `09 di Palestina

Lima hari tinggal di sana banyak pelajaran dan hikmah yang harus diteladani dari masyarakat Gaza. Kesan pertama, mereka sangat memuliakan tamu. Mereka sangat senang menerima tamu. Di setiap tempat yang kami kunjungi, kami selalu diterima dengan hangat dan ramah, tulus tanpa dibuat-buat, disambut oleh seluruh pejabat lembaga di pintu gerbang mereka. Dijamu dengan baik, meskipun dengan sederhana tapi terlihat bahwa mereka begitu bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik untuk tamu. Mereka bilang bahwa kewajiban memuliakan tamu adalah tiga hari, tapi untuk tim Indonesia mereka menyediakan waktu seminggu untuk melayani, mendampingi, mengantar dan menjamu kami. Bahkan mereka dengan sigap membayari souvenir yang kami pilih untuk oleh-oleh. Jumlah 850 sekhel sungguh tidak kecil untuk mereka, tapi saat kami ingin membayar sendiri mereka sangat marah. Sungguh merupakan kehormatan yang luar biasa menjadi tamu mereka.

Kesan kedua, budaya menebarkan salam. Setiap bertemu mereka selalu mengucapkan salam baik sesama mereka apalagi dengan kami. Di jalan, naik kendaraan, ketemu saat shalat, ketemu saat makan dan di mana saja, dengan siapa saja mereka mengucapkan salam. Orang-orang Ghaza sangat ramah, terbuka dan suka mengobrol. Di setiap kesempatan berjumpa, mereka selalu berinisiatif untuk menyapa dan mengajak kami mengobrol, meskipun sebagian besar tidak mengetahui bahasa asing. Setelah dua puluh tahun tanpa pernah melihat orang selain Palestina, Yahudi dan Arab, kini mereka sangat senang dan antusias bertemu dengan orang asing. Petugas cleaning service di RSIA, Ummu Muhammad, bahkan mengajak ngobrol saya setengah jam lebih tanpa masing-masing kami tahu persis artinya. Tapi saya bisa menangkap ceritanya tentang perang, bayi yang terbunuh, anaknya yang sembilan dan keinginannya untuk menelepon saya kalau saya sudah kembali ke Indonesia. Juga dia selalu memeluk dan memberikan kiss by (mmuah...mmuah...mmuah..., katanya berulang kali mewakili ciuman anaknya yang sembilan untuk saya) Wah..wah....benar-benar jenis komunikasi yang aneh. Keramahan juga ditunjukkan oleh petugas imigrasi saat kami hendak keluar Rafah. Kami disambut dengan salaman dan pelukan di kantor imigrasi Palestina. Seingat saya baru di kantor imigrasi Palestina lah pendatang berpeluk-pelukan dengan petugas imigrasi.

Kesan ketiga, orang-orang Gaza sangat optimis menghadapi kehidupan.. Mereka tinggal di apartemen atau rumah-rumah yang baik. Kebersihan fasilitas umum jauh lebih baik dibandingkan di wilayah Arab lainnya. Sesungguhnya kehidupan mereka tidak mudah Akibat blokade, krisis ekonomi cukup terasa. Di Gaza, penghasilan seorang dokter spesialis USD 1500 per bulan, dokter umum USD 5000-1000. Sedangkan untuk pegawai biasa gajinya USD 3000-5000. Pengangguran mendapat subsidi USD 2000 per bulan dari pemerintah. Biaya pendidikan & kesehatan gratis, termasuk untuk pengobatan penyakit-penyakit serius seperti kanker, lever, jantung atau penyakit berat lainnya yang biayanya puluhan ribu dollar. Untuk biaya kesehatan tersebut, gaji para pegawai dipotong asuransi sebesar USD 20 per bulan, sedangkan untuk pengangguran asuransi kesehatan dibayar pemerintah..

Harga barang cukup tinggi di Gaza dibandingkan dengan Jakarta. Secangkir teh seharga 3 sekhel (1 sekhel sekitar Rp. 2.000,-), roti is tanpa isi 3 sekhel. Kami pernah makan nasi berlima menghabiskan 250 sekhel. Dengan harga yang tinggi tersebut, penghasilan masyarakat sangat terbatas untuk hidup nyaman. Pendapatan Gaza sebagian berasal dari donasi luar negeri, termasuk Amerika Serikat. Jadi menurut mereka : kami ini disenangkan, digemukkan untuk kemudian ditembaki. Masya Allah.... Hebatnya, kehidupan masyarakatnya tetap damai (di luar adanya agresi), penampilannya tenang, nada bicaranya kalem, tidak ada pertengkaran laiknya di negara Arab lainnya. Paras wajahnya, perempuan dan laki-laki, yang manis dan lembut lebih banyak paras Persianya dibandingkan Arab. Saya sangat terkesan dengan Misrina, suster di RSIA yang cantik dan lembut dan juga Kholid Yassin, imam masjid Abbas yang sangat cool (pemuda 23 tahun, berjins & jaket kulit, hafidz Qur’an yang nada bicaranya halus dan selalu menunduk). Kata Pak Okvianto, yang lebih cool justru muadzinnya, yang lebih berparas Persia, tapi karena saya tidak bertemu dengannya saya tidak bisa membandingkan keduanya. Yang jelas karena keduanya hafidz Qur’an, pasti mereka sama-sama keren. Kesan keempat, sepandai apapun mereka menutupi kondisi kepedihan akibat perang, tetap saja perang menimbulkan kecemasan dan kengerian. Yang paling terasa adalah kerahasiaan yang sangat dijaga mereka. Di RS tidak ada catatan tentang jumlah pasien, data pasien dan kondisi mereka. Dokter Indonesia yang membantu hanya disodori status pasien saat hendak memeriksa, itupin didampingi petugas Gaza. Saya yang tinggal di RSIA tidak bisa mendapatkan data jumlah bayi yang lahir. Bayi yang lahir langsung dibawa pulang dibungkus dengan selimut rapat-rapat. Pasien yang mengalami sectio caesaria yang harus dirawat ditempatkan di ruangan khusus yang pintunya dikunci dan hanya dibuka oleh petugas ketika pengunjung menunjukkan keterangan. Saat saya mencoba menanyakan jumlah yang lahir, penanggung jawab RSIA menolak dan meminta saya menanyakan langsung kepada direktur RSIA. Tetapi melihat padatnya pengunjung dan besarnya RS saya kira ratusan bayi yang setiap hari dilahirkan di RSIA. Menurut informasi katanya ada 3000 an bayi yang lahir selama masa agresi. Alhamdulillah, mudah-mudahan semakin banyak bayi lahir di Gaza yang akan memperkuat tanah kelahiran mereka.

Kesan berikutnya, tanah Gaza memang bumi jihad. Warganya sangat sabar dan tabah. Mereka tidak takut kematian, bahkan anak-anak pun. Ketika saya tanya kepada public relation UCLA, ustadz Darul Qur’an, Ummu Suadatery (ibu tiga orang syuhada), Ummu Rasyid (cleaning service RSIA keturunan Afsel) apakah mereka tidak takut dengan kematian, jawaban mereka seragam : kematian adalah takdir Allah, yang tidak bisa dihindarkan. Kematian hanya terjadi jika memang sudah sampai takdirnya. Kalaupun meninggal, kami akan mendapat tempat yang lebih baik, begitu keyakinannya. Subhanallah.

Kesan lain, tentang anak-anak Gaza. Mereka adalah anak-anak riang, optimis tak terlihat mengidap trauma perang. Mereka sangat suka difoto. Saurin...saurin begitu katanya setiap melihat kami. Di Jabaliyah, saya dikerubuti lebih dari sepuluh anak usia 4-10 tahun yang bolak-balik mengajak salaman dan menginginkan saya mengingat dan menyebut nama-nama mereka. Ahmad, Muhammad, Musa, Abdurrahman dan sebagainya.... mereka sebutkan berulang-ulang sambil menunjuk dirinya. Ketika saya berhasil mengingat nama-nama dan muka-muka mereka yang mirip mereka berebut bersalaman dan bersorak-sorak gembira. Saya terharu, teringat anak-anak saya di rumah yang saat ini sedang tenang belajar, nyaman dan aman tanpa kekhawatiran apapun. Sebaliknya mereka, tetap riang dan semangat meskipun ancaman roket dan bom mengacung kepada mereka. Subhanallah, ya Allah lindungilah mereka. Mereka anak-anak yang akan melanjutkan perjuangan Palestina. Semangat anak-anak juga terlihat di tahfidzul Qur’an, bahkan dalam suasana perang pun mereka tidak absen datang menghafal Qur’an. Semangat juga saya temukan pada diri Ahmad Yassin bin Alauddin Yassin. Bocah 5 tahun itu begitu bangga mengenakan kostum mujahid lengkap dengan ikat kepala hijau dan senapan mainan saat mendampingi ayahnya menerima kami.

Kesan berikutnya tentang pejabat Gaza. Di beberapa lembaga, kami menjumpai mereka sebagai orang-orang tawadhu’ yang selalu menjaga wudhu. Di Indonesia menjaga wudhu juga sudah banyak dilakukan masyarakat. Tapi di Gaza yang dingin, tentu tidak mudah untuk selalu menjaga dari dari hadas. Tapi mereka tidak berat melakukan sunnah Rasul tersebut..

Kesan lain, seperti di negara Mesir dan saudi Arabia, softdrink seperti coca cola, pepsi, mirinda dll sangat mudah dijumpai, di warung maupun di jamuan makan. Bahkan pepsi juga terlihat pada sebuah foto pertemuan pejabat Palestina yang dihadiri Syekh Ahmad Yassin. Saya agak heran, mengapa mereka yang benci Amerika dan Israel justru mengkonsumsi produk-produk mereka. Sementara di Indonesia, Malaysia dan negara lain termasuk Afrika Selatan (kata dokter Afsel yang saya temui di RS) sedang dikampainyekan boikot produk Amerika. Saya sempat bertanya kepada staf UCA tentang hal tersebut dan ternyata jawabannya cukup mengejutkan. Katanya seluruh produk yang kami konsumsi : daging, sayuran, buah-buahan, air kemasan, bahan pangan lainnya, pakaian dan sebagian besar produk berasal dari Israel. Jadi buat kami minum air putih sama saja dengan minum cocacola karena sama-sama produk Israel. Kami tidak punya pilihan. Kami mendukung perjuangan negara-negara muslim melalui boikot produk Amerika, tapi kami berjuang melalui perang dan senjata. O....jadi begitu, saya mulai bisa memahami mereka. Hanya sedikit warga Gaza yang memahami bahasa Inggris (sebagian besar kalangan akademisi) karena mereka begitu benci kepada Amerika sehingga tidak mau mempelajari bahasa mereka.

Kesan yang paling mendalam, karomah-karomah yang terjadi di Gaza. Dari jama’ah masjid kami mendapatkan cerita tentang karomah-karomah yang terjadi selama masa agresi. Setidaknya ada lima karomah yang saya ingat.

Pertama, pasukan malaikat turut berperang di Gaza. Ini terbukti dari cerita seorang mujahid yang lolos dari tawanan Israel. Ketika tertawan tentara Israel, dia diinterogasi tentang jumlah mujahid dan menanyakan tentang pasukan berjubah putih yang ketika ditembak berkali-kali tidak mati. Karena merasa tidak mengenal pasukan tersebut, sang mujahid menjawab tidak tahu. Tentara Israel tidak puas dan berkali-kali menanyakan hal yang sama sambil mencederai sang mujahid sampai kakinya harus diamputasi. Sang mujahid tetap mengatakan tidak tahu. Berkat pertolongan Allah, mujahid yang cedera ini berhasil lolos dan menceritakan bantuan pasukan malaikat ini.

Karomah kedua, untuk melawan mujahidin, tentara Israel menyiapkan anjing-anjing doberman yang dibiarkan kelaparan untuk mengejar dan menyerang mujahidin di sekitar perbatasan Gaza. Suatu hari anjing-anjing doberman tersebut dilepas untuk memburu mujahidin, ketika si doberman sudah mendekat, sang mujahidin mengajaknya berbicara. Ya Anjing, kami sedang menjalankan perintah Allah untuk membela hak kami dan melawan kaum musyrikin, jadi jangan halangi kami, begitu kira-kira ucapan sang mujahidin dalam bahasa Arab kepada si doberman. Dan subhanallah, si anjing tiba-tiba berhenti, terdiam dan dengan menunduk kembali ke tentara Israeil.

Ketiga, seorang mujahid sedang diserang bertubi-tubi oleh tank Israel. Sang mujahid berlari-lari menyelamatkan diri dari kejaran tank, tiba-tiba tembakan tank terkena pohon besar yang langsung tumbang menjatuhi sang mujahid. Tentara Israel mengira sang mujahid sudah tewas sehingga meninggalkan tempat itu. Alhamdulillah, sang mujahid justru selamat terlindungi pohon, dia hanya lecet-lecet dan kembali ke pasukannya semula.

Karomah keempat, ketika ada keluarga yang anggota keluarganya menjadi syahid, mereka memutuskan untuk menguburkan jenazah-jenazah syahid tersebut dalam satu makam. Mereka menggali makam salah seorang keluarganya yang syahid tujuh tahun lalu. Dan saat digali, subhanallah..... jenazah itu masih utuh, awer persis sama seperti saat dimakamkan. Wajahnya masih bersih, rambut gondrongnya sebahu juga rapi bahkan dahinya masih berkeringat seolah-olah baru dimakamkan. Ini membuat mereka semakin yakin akan kekuasaan Allah dan membuat mereka semakin merindukan syahid.

Karomah kelima, seorang mujahid ditugaskan untuk menjaga jalan masuk Gaza agar tank-tank Israel tidak masuk ke Gaza City. Karena jumlah mujahid yang terbatas, lokasi itu hanya dijaga oleh seorang mujahid. Dengan tugas yang strategis tersebut sang mujahid tidak bisa meninggalkan tempat untuk keperluan pribadi. Karena setiap saat ada tank yang lewat yang harus dia tembak. Dia hanya berbekal kurma. Berkat bantuan Allah sang mujahid kuat duduk berjaga, mengintai jalanan dalam cuaca yang sangat dingin itu selama sebulan! Cerita tentang kepengecutan tentara Israel juga beredar. Saking takutnya mereka kepada para mujahidin, dikabarkan mereka selalu menggunakan pampers saat bertugas di dalam tank, agar mereka tak perlu keluar tank saat buang hajat.

Subhanallah..... Gaza memang luar biasa. Dengan karakter penduduknya yang sangat islami, suara hafalan Qur’an yang terus-menerus berkumandang, dan semangat jihad yang tak pupus, sangatlah wajar kalau Allah begitu mencintai mereka, sehingga keberkahan tetap terasa meski di tengah suasana perang.

Dengan kecintaan dan perlindungan Allah, kemenangan Gaza hanyalah soal waktu. Innallaha ma’al shabirin begitu keyakinan mereka.

Selamat berjuang rakyat Gaza, kami mendukung dan selalu mendoakanmu.

sumber: http://www.eramuslim.com/berita/nasional/lima-hari-berbagi-kasih-di-bumi-jihad-gaza-catatan-perjalanan-baznas-ke-gaza-palestina.htm

Posted in budaya. 6 Comment »

Lebih Dari Sekedar Air Mata

Rasulullah S.A.W telah bersabda, “Bahwa tidak akan masuk neraka orang menangis kerana takut kepada Allah sehingga ada air susu kembali ke tempat asalnya.” Dalam sebuah kitab Daqa’iqul Akhbar menerangkan bahwa akan didatangkan seorang hamba pada hari kiamat nanti, dan sangat beratlah timbangan kejahatannya, dan telah diperintahkan untuk dimasukkan ke dalam neraka.

 

Maka salah satu daripada rambut-rambut matanya berkata, “Wahai Tuhanku, Rasul Engkau Nabi Muhammad S.A.W telah bersabda, sesiapa yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T, maka Allah mengharamkan matanya itu ke neraka dan sesungguhnya aku menangis kerana amat takut kepada-Mu.”

 

Akhirnya Allah S.W.T mengampuni hamba itu dan menyelamatkannya dari api neraka dengan berkat sehelai rambut yang pernah menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Malaikat Jibril A.S mengumumkan, telah selamat Fulan bin Fulan sebab sehelai rambut.”

 

Dalam sebuah kitab lain, Bidayatul-Hidayah, diceritakan bahwa pada hari kiamat nanti, akan didatangkan neraka jahanam dengan mengeluarkan suaranya, suara kobaran api yang sangat menggemuruhkan, semua umat menjadi berlutut kerana kesusahan menghadapinya. Allah S.W.T berfirman yang bermaksud, “Kamu lihat (pada hari itu) setiap umat berlutut (yakni merangkak pada lututnya). Tiap-tiap umat diseru kepada buku amalannya. (Dikatakan kepadanya) Pada hari ini kamu akan dibalas menurut apa-apa yang telah kau kerjakan.” (Surah al-Jatsiyah ayat 28)

 

Sebaik saja mereka menghampiri neraka, mereka mendengar kegeraman api neraka dengan kobaran apinya, dan diterangkan dalam kitab tersebut bahwa suara kobaran api neraka itu dapat didengar sejauh 500 tahun perjalanan. Pada waktu itu, akan berkata setiap orang hingga Nabi-nabi dengan ucapan, “Diriku, diriku (selamatkanlah diriku Ya Allah) kecuali hanya seorang nabi saja yang akan berkata, “Umatku, umatku.”

 

Beliau ialah junjungan besar kita Nabi Muhammad S.A.W. Pada masa itu akan keluarlah api neraka jahanam seperti gunung-gunung, umat Nabi Muhammad berusaha menghalanginya dengan berkata, “Wahai api! Demi hak orang-orang yang solat, demi hak orang-orang yang ahli sedekah, demi hak orang-orang yang khusyuk, demi hak orang-orang yang berpuasa, supaya engkau kembali.”

 

Walaupun dikata demikian, api neraka itu tetap tidak mahu kembali, lalu malaikat Jibril berkata, “Sesungguhnya api neraka itu menuju kepada umat Muhammad S.A.W”

 

Kemudian Jibril membawa semangkuk air dan Rasulullah meraihnya. Berkata Jibril A.S. “Wahai Rasulullah, ambillah air ini dan siramkanlah kepadanya.” Lalu Baginda mengambil dan menyiramkannya pada api itu, maka padamlah api itu.

 

Setelah itu Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada Jibril A.S. “Wahai Jibril, Apakah air itu?” Maka Jibril berkata, “Itulah air mata orang durhaka di kalangan umatmu yang menangis kerana takut kepada Allah S.W.T. Sekarang aku diperintahkan untuk memberikannya kepadamu agar engkau menyiramkan pada api itu.” Maka padamlah api itu dengan izin Allah S.W.T.

 

Telah bersabda Rasulullah S.A.W, ” Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis kerana takut kepada-Mu, sebelum tidak ditemuinya air mata.”

 

Sebuah Janji Yang Merubah Hidup

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimah syahadat, lelaki itu lalu berkata:

“Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan sulit untuk meninggalkannya.” Maka Rasulullah menjawab: “Maukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan perkataan bohong?” “Ya, saya berjanji” jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulang ke rumahnya.

Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia berusaha keras untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.

Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya: “Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu.”

Maka setiap kali hatinya terdorong untk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.

“Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawaban kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya” bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :

“Kalau aku berbohong kepada Rasulullah berarti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku berkata benar berarti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan….sesungguhnya di dalam pesanan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga.”

Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berhasil di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadis itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.

Seorang Teman Baik




Sewaktu kita duduk di taman kanak-kanak, kita berpikir kalau seorang teman yang baik adalah
teman yang meminjamkan krayon warna merah ketika yang ada hanyalah krayon warna hitam.


Di sekolah dasar, kita lalu menemukan bahwa seorang teman yang baik adalah
teman yang mau menemani kita ke toilet, menggandeng tangan kita sepanjang koridor menuju kelas,
membagi makan siangnya dengan kita ketika kita lupa membawanya.


Di sekolah lanjutan pertama, kita punya ide kalau seorang teman yang baik adalah teman yang
mau menyontekkan PR-nya pada kita, pergi bersama ke pesta dan menemani kita makan siang.


Di SMA, kita merasa kalau seorang teman yang baik adalah teman yang mengajak kita
mengendarai mobil barunya, meyakinkan orang tua kita kalau kita boleh pulang malam sedikit,
mau mendengar kisah sedih saat kita putus dari pacar,


Di masa berikutnya, kita melihat kalau seorang teman yang baik adalah  teman yang selalu ada
terutama di saat-saat sulit  kita, membuat kita merasa aman melalui masa-masa seperti apapun,
meyakinkan kita kalau kita akan lulus dalam ujian sidang sarjana kita.


Dan seiring berjalannya waktu kehidupan, kita menemukan kalau seorang  teman yang baik adalah
teman yang selalu memberi  kita dua pilihan yang baik, merangkul kita ketika kita menghadapi masalah yang menakutkan, membantu kita bertahan menghadapi orang-orang yang hanya mau mengambil
keuntungan dari kita, menegur ketika kita melalaikan sesuatu, mengingatkan ketika kita lupa, membantu meningkatkan percaya diri kita, menolong kita untuk menjadi seseorang yang lebih baik, dan terlebih lagi... menerima diri kita apa adanya...


Thanks for being my friend...


A lot of little heart to my frenzzz!!!


Friends are like balloons; once you let them go, you can't get them back. So I'm gonna tie you to my heart so I never lose you. Send
this to all your friends including me and see how many you get back.

Posted in umum. 0 Comment »

Manusia Oh Manusia

Manusia Oh manusia kenapa kamu sombong sekali. Padahal dikau berasal dari setetes air air mani. Engkau kadang lupa pada tempat kembali. Engkau sibuk mencari kesenangan duniawi ( harta, jabatan, wanita, dll). Dunia hanya sementara. Namun sebagian besar manusia lupa diri. Apakah kita termasuk ?  

 

Wahai Sahabat, apa yang telah kau lakukan/perbuat untuk menyongsong hari akhir. Berlomba-lomba mengumpulkan harta sebanyak mungkin. Menghabiskan waktu hanya untuk mencari kesenangan duniawi

 

Lecutlah diri ini untuk selalu ingat kepada Allah SWT, boss tau hal itu tidak midah? Malah merasa diri ini masih kurang dari mengenal Sang Rabb-Nya, yang segala Maha.

 

Tulisan di atas adalah hanya untuk memotivasi diri boss. Apa ada hal yang dapat memotivasi diri sahabat? Lain waktu boss akan tulis note-note kecil lainnya J  sampai ketemu lagi, jangan lupa kasih komentar ya...  

 

Kata Ajaib Nich?

 Kata berikut ini begitu sederhana dan ringan diucapkan. Namun sebagaian besar Manusia di dunia ini sangat enggan mengaplikasikannya dalam hidup kesehariannnya. Sebab bila kata ajaib ini diterapkan, sebagian besar beranggapan hidup ga akan mulus dan bahagia? Apakah betul anggapan tersebur?

 

Kata ajaib apakah ini, sehingga orang sangat berat untuk melaksanakannya? Apakah sedemikian sulitnya untuk menerapkan kata ini dalam kehidupan kita.

 

Sebenarnya  kejujuran adalah modal sangat penting dalam hidup kita ini, betul tidak sahabat?

 

Cinta Like Kupu2

Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia akan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.

Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang “sempurna” bagi seseorang. Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.

Jangan pernah bilang “I love you” kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong.

Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya…

Cinta bukan “Ini salah kamu”, tapi “Ma’afkan aku”. Bukan “Kamu dimana sih?”, tapi “Aku disini”. Bukan “Gimana sih kamu?”, tapi “Aku ngerti kok”. Bukan “Coba kamu gak kayak gini”, tapi “Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya”.

Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.

Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.

Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.

Cinta akan menyakitkan ketika kamu berpisah dengan seseorang lebih menyakitkan apabila kamu dilupakan oleh kekasihMu, tapi cinta akan lebih menyakitkan lagi apabila seseorang yang kamu sayangi tidak tahu apa yang sesungguhnya kamu rasakan.

Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan kamu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak “worth it” sekarang, dia tidak akan pernah “worth it” setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi…

Posted in umum. 1 Comment »

Islam dan Keindahan Bahasa

assalaamu’alaikum wr. wb.

Ajaran Islam penuh dengan keindahan. Keindahan yang dimaksud tentu bukanlah sebentuk pemujaan terhadap syahwat. Keindahan yang sedang kita bicarakan adalah sesuatu yang membuat hati tentram, bukannya malah gelisah karena didesak oleh hawa nafsu.

Kesempurnaan Islam itu sendiri sudah merupakan sebuah keindahan tiada taranya. Dalam ajaran Islam menyatu segala kebaikan. Di satu sisi, Allah SWT mengungkapkan firman-firman-Nya dalam Al-Qur’an dengan kata-kata yang amat indah bagaikan puisi. Di sisi lain, Al-Qur’an juga tidak hanya enak ‘dikunyah’ oleh kaum penyair, namun juga telah mencerahkan sekian banyak ilmuwan dengan isinya yang (ternyata) sangat bersesuaian dengan hasil penelitian-penelitian ilmiah. Meski demikian, Al-Qur’an bukanlah kitab puisi, bukan pula sebuah jurnal sains. Al-Qur’an adalah Al-Qur’an, yaitu sebuah bacaan terbaik yang bisa menghimpun semua kebaikan di dalamnya. Tidak ada yang bisa menulis dengan cara demikian kecuali hanya Allah saja.

Keseimbangan yang menakjubkan ini pun terpancar dalam sikap hidup umat Islam (yang memahami ajaran agamanya). Prajurit Viking dikenal kejam dan perkasa, dan mereka memang gila perang dan gemar mabuk. Prajurit Jepang yang menginvasi segenap Asia pada Perang Dunia II juga dikenal kejam dan harus secara konsisten ‘dihibur’ dengan kehadiran para geisha. Akan tetapi, hanya kaum mujahid-lah yang bisa diberikan deskripsi “prajurit di siang hari, rahib di waktu malam”. Dalam diri seorang Muslim sejati, terdapat keberanian seekor singa yang senantiasa siap bertempur, seorang rahib yang menenggelamkan dirinya di dalam ibadah, sekaligus seorang ilmuwan yang menemukan kebahagiaannya dalam menelaah fenomena-fenomena alam.

Salah satu keindahan yang paling terpancar dalam diri seorang Muslim adalah keindahan bahasanya, baik melalui tulisan maupun ucapan. Jika kita meneladani Rasulullah saw., maka hal ini adalah suatu hal yang amat wajar. Beliau memang dikenal sebagai pribadi yang amat halus budi pekertinya dan lembut hatinya. Kalimat-kalimat yang meluncur dari lidahnya pun penuh dengan cita rasa sastra yang tinggi, meskipun beliau tidak pernah menyandang gelar ‘sastrawan’ semasa hidupnya.

Tokoh-tokoh besar dalam sejarah Islam pun mengikuti kebiasaan ini. Sebenarnya tutur kata yang indah ini bukanlah hasil dari sebuah ‘ilmu merangkai kata’. Kata-kata indah itu bukanlah sebuah rayuan gombal, basa-basi atau janji muluk. Seseorang akan memilih dan merangkai kata-kata yang indah karena hati, pikiran dan perbuatannya dipenuhi oleh keindahan. Kita memulai segalanya dengan menyebut nama Dia Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bukankah sangat wajar jika kemudian perbuatan itu menghasilkan sesuatu yang indah dan penuh kasih saying, karena memang dilakukan atas nama Dia yang memiliki nama Ar-Rahmaan dan Ar-Rahiim ?

Keindahan adalah bagian dari hidup seorang Muslim. Bertutur kata dengan cara yang indah adalah sebuah kewajaran, karena memang umat Islam diajarkan untuk mencintai keindahan. Puisi adalah salah satu cara untuk mengungkapkan keindahan bahasa semacam ini. Bait-bait syair yang diucapkan seseorang dapat menjelaskan bagaimana sikap dan pendiriannya tentang suatu hal. Simaklah bait puisi yang sering disitir oleh Hasan al-Banna berikut ini :

Tak kukenal tanah air selain Islam
Ada Syam di sana dan lembah Nil semacam
Setiap negeri tempat nama Allah diseru
Seluruh penjurunya kuhitung bagian relung negeriku

Bait puisi di atas dengan jelas menggambarkan ideologi nasionalisme sang pembacanya menurut pemahamannya sendiri. Inilah sebuah cara yang sangat indah untuk mengungkapkan sebuah pendirian yang amat kuat.

Kita juga dapat menemukan contoh-contoh lain di mana para pemuka umat Islam menggunakan untaian kata yang amat indah untuk menyampaikan maksudnya. Tersebutlah ustadz Muhammad Zahran, pemilik Madrasah Diniyah Ar-Rasyad di Mesir. Madrasah ini adalah salah satu tempat di mana Hasan al-Banna pernah menimba ilmu. Suatu hari, sang ustadz mengajukan sebuah pertanyaan pada seorang murid, dan murid tersebut belum bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Apakah sang ustadz mencela ketidakmampuannya? Tidak. Sebagai gantinya, beliau menghadiahkan sebait puisi yang diperintahkannya untuk ditulis dalam buku catatan sang murid.

Wahai kuda Allah
percepatlah lagi langkahmu
untuk mengambil pemuda ini
Wahai kuda Allah

Seorang guru yang baik tidak mencela ketidakmampuan muridnya. Dengan sebait puisi sederhana ini, ustadz Muhammad Zahran mendoakan agar muridnya segera ditambah ilmunya oleh Allah. Inilah buah dari kasih sayang yang meluap-luap dari dalam dadanya, kemudian meluncur dari lisannya.

Tidak terhitung pula banyaknya syair-syair kepahlawanan yang telah ditulis dengan pilihan kata yang amat manis terangkai. Semuanya merupakan hasil dari keindahan di dalam hati. Beginilah salah satu bait dari sebuah nasyid yang dilantunkan oleh para demonstran saat terjadinya Revolusi Mesir pada tahun 1919 :

Cinta negeri bagian dari iman
Ruh Allah memanggil kita
Jika kemerdekaan tidak menghimpun kita
Surga Firdaus adalah tempat kita bersatu

Manusia juga biasa bersajak untuk mengobati kerinduan akan kampung halaman, atau meneriakkan kesedihannya yang lirih ketika memikirkan keadaan negeri asalnya. Bilal bin Rabah ra. adalah seorang mantan budak yang kemudian menjadi salah seorang sahabat Rasulullah saw. yang tidak pernah diragukan lagi loyalitasnya. Berapa banyak yang ingat bahwa beliau juga memiliki cita rasa keindahan sastra yang sangat tinggi? Simaklah sajak kerinduannya terhadap tanah Mekkah, ketika ia tengah berhijrah ke Madinah :

O, angan,
masihkah mungkin ‘kan kulalui malam
pada lembah dan ada Izkhir mengitariku, juga Jalil
Masihkah mungkin kutandan gemericik air Mijannah
Atau Syamah menampak bagiku,
juga Thafil

Simaklah pula bagaimana Ahmad Syauqi, seorang penyair kenamaan di dunia Arab, menceritakan kepedihan hatinya menyaksikan runtuhnya Khilafah Islamiyah :

Lagu-lagu pesta menjadi sayu terdengar
Semakin samar terdengar di tengah gegap gempitanya pesta
Ia telah terbalut kain kafan pada malam perkawinan
Dikuburkan saat mentari pagi bersinar terang menyambut hari
Semua mimbar dan menara adzan berguncang karenamu
Seluruh kerajaan di segala penjuru pun menangis untukmu
India dan Mesir bersedih
Mereka menangis dengan derai air mata tak terbendungkan
Syam, Iraq dan Persia bertanya
Apakah khilafah telah dihapuskan dari muka bumi ini ?

Bisakah Anda merasakan keberanian para pejuang Ikhwanul Muslimin di Damaskus dari puisi yang digubah oleh ustadz Abdurrahman Sa’ati berikut ini?

Umayyah enggan kehilangan kehormatannya
Sepanjang masa, juga putra-putra Ghasan
Siapakah yang hendak berlagak congkak di Jalaq Najib
Siapa pula yang hendak berlagak congkak di bumi Harran
Mereka tak sudi terhina di dunia
Bagi mereka, kemuliaan hidup dan mati adalah sama
Mereka tak tahan membiarkan kezaliman
Yang dilakukan oleh tirani manusia maupun jin

Bahkan dalam kesulitan yang paling berat sekalipun, seorang Muslim bisa merasakan keindahan tersebut dalam relung hatinya. Simaklah puisi seorang penyair berikut ini :

terima kasih kepada Allah
atas segala ujian yang menimpa
di kala itu aku dapat membedakan
lawan dari kawan

Lebih ekstremnya lagi, bahkan di tengah deraan siksa di penjara Thur, seorang ikhwan bisa menggubah sebuah puisi di tengah gelap dan dinginnya malam, sebagaimana yang disitir oleh Yusuf al-Qaradhawi :

Wahai orang yang terlelap dalam buaian tidurnya
bangunlah dan ingatlah kepada Dzat Yang tidak pernah tidur
Tuhanmu mengajakmu untuk terus berdzikir kepada-Nya
sedang engkau dibuai oleh bunga-bunga tidur

Banyak pula Muslim yang melontarkan bait-bait syair untuk mengungkapkan identitas dirinya. Tidak ada yang lebih gamblang sekaligus menggetarkan dada selain cara pengungkapan jati diri sebagaimana ucapan seorang sahabat Rasulullah saw. sebagai berikut :

Jangan panggil aku
kecuali dengan seruan, “Hai hamba-Nya,”
karena itulah semulia-mulia namaku

Atau ketika seorang sahabat lainnya ditanya mengenai nasabnya ; apakah ia berasal dari kabilah Qais atau Tamim. Bagaimanakah jawabnya?

Islamlah ayahku,
aku tidak punya ayah selain itu
biarlah mereka bangga dengan Qais atau Tamim

Manusia juga gemar merangkai kata indah ketika hendak ber-munajat kepada Yang Maha Indah. Ini adalah sebuah kewajaran, karena ketika kita mengingat Allah, maka segalanya pasti nampak indah. Kehendak Allah semuanya indah, namun hawa nafsu manusialah yang membuatnya berpikir yang tidak-tidak terhadap-Nya. Beginilah seorang arif di masa lalu bersyair :

Begadangnya mata ini, Rabbi,
jika bukan untuk wajah-Mu
adalah sia-sia

Dan isak tangisnya
jika bukan lantaran kehilangan diri-Mu Ilahi
adalah kebatilan belaka

Beginilah Hasan al-Banna mengobarkan semangat kaum pemuda, khususnya mahasiswa, untuk terjun ke dalam dunia dakwah :

Mendorong kita untuk terjun dengan dakwah ini...
dakwah yang tenang, namun lebih gemuruh
dari tiupan angin topan yang menderu...
dakwah yang rendah hati, namun lebih perkasa
dari keangkuhan gunung yang menjulang...
dakwah yang terbatas, namun jangkauannya
lebih luas dari belahan bumi seluruhnya

Di kalangan penyair Indonesia pun banyak sekali sastrawan yang memberikan warna ‘keindahan Islam’ pada sajak-sajaknya. Sebagian bahkan tidak pernah bisa melepaskan diri darinya. Semakin dalam keimanan terpancang dalam hatinya, maka ia semakin tidak bisa lepas dari pengaruh keindahan Islam. Simaklah penggalan bait puisi ‘Sajadah Panjang’ gubahan Taufiq Ismail yang sudah terkenal ini :

Diselingi sekedar interupsi
Mencari rezeki, mencari ilmu
Mengukur jalan seharian.
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba.

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau
Sepenuhnya

Dan meskipun tidak menggunakan pilihan kata yang khas menggambarkan nilai-nilai ajaran Islam, namun Taufiq Ismail tetap tidak bisa menyembunyikan ajaran Islam dalam dirinya. Ketika ia menulis puisi yang tidak bertemakan religius sekalipun, hal ini tetap tergambar jelas, misalnya seperti pada penggalan puisi ‘Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini’ :

Tidak ada pilihan lain. Kita harus
Berjalan terus
Kita adalah manusia bermata sayu, yang di tepi jalan
Mengacungkan tangan untuk oplet dan bus yang penuh
Kita adalah berpukuh juta yang bertahan hidup sengsara
Dipukul banjir, gunung api, kutuk dan hama
Dan bertanya-tanya diam inikah yang namanya, merdeka
Kita yang tak punya kepentingan dengan seribu slogan
Dan seribu pengeras suara yang hampa suara

Simaklah pula sebuah puisi karangan Helvy Tiana Rosa yang berjudul ‘Fi Sabilillah’ berikut ini :

Jangan dilarang
orang yang melayang pandang
ke sabilillah
: ia sudah tahu resah nyata semesta
seringai malam bumi kita

jangan ditahan
orang yang ingin melemparkan diri
ke sabilillah
: ia sudah tahu ramuan cinta yang firdaus
juga rejam rintangan itu

jangan dinanti
orang yang pergi
ke sabilillah
: ia sudah tahu ke mana
harus menjual nyawa

Anda juga dapat menemukan cita rasa keindahan bahasa yang amat tinggi dalam tulisan-tulisan alm. ustadz Rahmat Abdullah, misalnya dalam artikel-artikelnya di majalah Tarbawi.  Ketika membahas masalah-masalah politik, ekonomi, sejarah, sosial dan kemanusiaan, keindahan bahasa tidak ditinggalkan.  Beliau memang bukan sastrawan, tapi cita rasa bahasanya tidak bisa dianggap kalah oleh kaum penyair.  Keindahan bahasa adalah cermin dari keindahan isi hatinya.

Bagaimana dengan Al-Qur’an? Aduh, saya tidak mampu memilih. Semua ayat di dalamnya memiliki nilai keindahan. Tidak mungkin bagi saya untuk memilih salah satu di antaranya sebagai representasi keindahan bahasa, karena semuanya indah. Kalau memang harus menyitir sebagian saja, maka dengarkanlah firman-Nya ini :

Wahai jiwa yang tenang
Kembalilah kepada Rabb-mu dengan ridha lagi di-ridhai-Nya
Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku
Dan masuklah ke dalam surga-Ku
(Q.S. Al-Fajr [89] : 27 – 30)

Bagaimana dengan tutur kata kita? Sudahkah kita memperhatikan keindahan bahasa kita? Sudahkah kita berbicara dengan indah dan menulis dengan cara yang indah pula? Sudahkah hati kita dipenuhi dengan keindahan?

wassalaamu’alaikum wr. wb.

Posted in budaya. 4 Comment »

Perang Marketing Operator

Handhphone ato hp, di abad 21 ini sudah merupakan kebutuhan primer. Dari  kalangan chief eksekutif office (CEO), pelajar, para pengusaha hingga pedagang sayuran menggunakannya. Tentu ada sebab mereka menggunakan hp. Di satu sisi, hp merupakan life style era masyarakat modern, di sisi lain begitu mudah di dapatkannya di pasaran dari harga ratusan hingga jutaan rupiah.

Adanya hp tentu mempermudah penyampaian informasi antar individu, baik untuk keperluan bisnis, menjalin relasi, hingga untuk hiburan. Hp-hp keluaran model baru ada pula yang dilengkapi fasilitas MP3, radio, maupun photo digital.

Tentu inovasi ini menarik perhatian konsumen untuk membelinya. Biasanya perusahaan-perusahaan hp menjalin kerjasama dengan operator-operator seluler untuk memasarkan produk-produk baru yang dikeluarkannya, hingga konsumen mudah untuk mendapatkannya.  

Tahun 2007 ini, operator seluler di tanah air benar-benar gencar promosi marketing produknya secara besar-besaran. Dari raksasa operator seluler PT Telkom dengan memasarkan CDMA Flexi-nya, ditambah lagi Telkomsel baru saja mempublikasikan  Layanan Eksklusif Telkomsel Priority untuk seluruh pengguna kartu Simpati, Kartu As maupun Kartu Halo. Begitu pula kemudahan-kemudahan yang dikeluarkan oleh Indosat, Esia, maupun Fren bagi konsumen penggunanya. Hal ini tentu memanjakan konsumen karena adanya banyak pilihan dari gencarnya marketing produk oleh operator seluler ini.

Biasanya yang ditonjolkan dari marketing adanya perang diskon murah untuk penggunaan telepon diwaktu-waktu tertentu, SMS-SMS an yang murah antar pengguna yang menggunakan operartor-operator sesama ataupun terobosan baru dalam peningkatan layanan kepada konsumen.

Bahkan di awal bulan ini Pro-Xl memanfaatkan marketing produknya dalam bentuk memasarkan konten-konten baru, dengan mengambil konten-konten film yang lagi digandrungi publik yaitu konten Spiderman 3.   

Adanya perang marketing operator ini semakin memanjakan konsumen di tanah air untuk memilih produk mana yang akan dipilih maupun digunakannya.